Dua Orang Terduga Teroris Ditangkap di Kalteng DPO Dari Aceh

NTMCPOLRI – Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan terduga teroris di Kalimantan Tengah. Penangkapan ini merupakan pengembangan dari Aceh, di mana polisi menangkap kelompok radikal yang melakukan idad (latihan militer) di Gunung Salak, Aceh pada tahun 2018.

“Densus 88 telah melakukan kegiatan preventive strike, bermula dari upaya ketika pada tanggal 13 Desember 2018, yang lalu melakukan penindakan di daerah Gunung Salak, Aceh. Terhadap sebuah kelompok dipimpin seseorang bernama Abu Hamzah yang melakukan latihan militer di gunung tersebut,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra.

Hal itu dikatakan Asep di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019). Asep melanjutkan, Abu Hamzah yang dimaksud berberda dengan Abu Hamzah, pimpinan JAD ang telah ditangkap di Sibolga, Sumatera Utara, sebelumnya.

“Jadi informasi dari Densus, Abu Hamzahnya ini berbeda, bukan Abu Hamzah Sibolga. Memang banyak teroris yang memakai nama samaran Abu Hamzah,” jelas Asep.

Kembali ke kasus, Asep menerangkan, ada terduga teroris yang melarikan diri saat Densus beraksi di Gunung Salak, Aceh. Terduga teroris itulah yang kemarin berhasil ditangkapi.

“Ketika terjadi penangkapan di situ (Gunung Salak, Aceh), tidak semuanya tertangkap para pelaku ini, ada yang melarikan diri ke beberapa daerah. Ada yang ke Bekasi dan Kalimantan Tengah. Saat inilah, dari 10 sampai 11 Juni, melakukan upaya penangkapan terhadap DPO itu, dan kegiatan itu menghasilkan ada 6 orang teroris yang kita tangkap,” terang Asep.

Asep menambahkan, terduga teroris yang ditangkap di Kalimantan Tengah berjumlah dua orang. Adapun barang bukti yang diamankan dari keenam terduga teroris adalah alat-alat komunikasi, buku bertema jihad dan buku panduan membuat bom.

“Di Kalimantan Tengah hanya ada dua DPO, yaitu dengan inisial T dan A. Ini merupakan pelarian dari Gunung Salak yang berada di Aceh. Barang bukti yang diamankan terkait ini adalah alat-alat komunikasi dan buku ajaran jihad dan tata cara pembuatan bom,” imbuh Asep.

Tags:
author