Kronologi Pengungkapan Kasus Penyulundupan Narkoba Dalam Mesin Cuci

NTMC POLRI – Jakarta, (12/2), Tim Satgassus Polri dan Polda Metro Jaya (Bareskrim Polri, Ditresnarkoba, Ditreskrimum, dan Polresta Tangerang Selatan) telah berhasil mengungkap jaringan peredaran Narkotika jenis Sabu dan Ekstasi menggunakan modus kamuflase didalam mesin cuci yang dikemas rapi total sebanyak 228 kemasan dengan Metaphetamine (sabu) seberat 239,785 Kg dan Amphetamine (ekstasi) sebanyak 30.000 butir.

Dari hasil pengungkapan, tim Satgas Khusus berhasil mengamankan 4 orang tersangka yakni Lim Toh Hing alias Onglay, WN Malaysia,(Meninggal dunia ditembak petugas karena melawan saat ditangkap), Joni alias Marvin Tandiono, Andi alias Aket bin Liu Kim Liong, dan Indrawan alias Alun (otak pelaku kejahatan yang berada didalam lapas di JKT).

Pengungkapan waktu dan tempat kejadian perkara terjadi pada Kamis, 8 Februari 2018 lalu, pukul 21.00 WIB di komplek pergudangan Harapan Dadap Jaya, No. 36 Gudang E 12, Kel. Dadap, Kec. Kosambi, Kota Tangerang.

Kronologis singkat kejadian diketahui, sejak tanggal 4 Februari 2018, Tim Satgassus dibawah pimpinan Kombes Pol Herry Heryawan, Kombes Pol Suwondo Nainggolan, Kombes Pol Dr.Nico Afinta, dan AKBP Fadli Widiyanto, tersebut mendapat informasi adanya Penyulundupan Narkoba yang dilakukan warga negara Malaysia dengan dibantu oleh Warga Negara Indonesia.

Kemudian Tim Satgassus Polri dan Polda Metro melakukan penyelidikan disekitar lokasi TKP. Setelah memastikan kebanaran atas hasil penyelidikan, tim bergerak melakukan penggeledahan. Saat penggeledahan, tim berhasil mengamankan TSK Joni beserta seluruh barang bukti.

Lanjut kejadian, tak jauh dari lokasi tepatnya berada di kawasan Jl. Raya Perancis Dadap Tangerang, tim berhasil mencokok pelaku atas nama Andi. Dari keterangan pelaku Andi alias Aket, petugas mendapatkan bahwa kedua TSK Joni dan Andi ternyata diperintah oleh TSK Indrawan yang tengah berada didalam lapas. Joni dan Andi mendapat perintah guna menjaga gudang serta membongkar mesin cuci yang berisi narkotika tersebut.

Tak berhenti disitu, tim kembali melakukan pengembangan lebih lanjut. Akhirnya dari keterangan pelaku, petugas mendapat identitas TSK Lim Toh Hing yang merupakan pengendali peredaran jaringan narkotika.

Dari keterangan tersebut, Tim bergerak melakukan penangkapan pada Jum’at 9 Februari 2018, sekitar pukul 00.20, di terminal 3 bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Saat dilakukan penangkapan, TSK Lim Tong Hing tak berkutik. Namun disaat hendak dibawa ke gudang penyimpanan sabu di Dadap Kosambi, Tangerang, guna pengembangan lebih lanjut, pelaku mencoba kabur dan mencoba merebut senjata api milik petugas.

Melihat aksi nekad TSK Lim, tim yang berada dilapangan terpaksa menindak tegas pelaku. TSK Lim tersungkur dan meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa jaringan peredaran narkotika oleh TSK Lim Toh Hing sebanyak sudah 6x melakukan Penyulundupan narkotika dari Malaysia ke Jakarta dengan modus yang sama. Diantaranya terdata pada tanggal 21 Oktober 2016, 30 Januari 2017, 3 Maret 2017, dengan melalui importir menggunakan kontainer dikirim ke PT. KLI Kawasan Greenland Industri Delta Mas, Bekasi.

Kemudian pada tanggal 28 November 2017, dan 2 Januari 2018 pelaku mengirim menggunakan importir PT. JKA Jakarta (undername) dengan kontainer ke alamat gudang yang berada di Jl. Raya Jonggol, Bogor. Kala itu Pengiriman ini berhasil diungkap oleh tim Polres Jakarta Utara dengan barang bukti kristal sabu 1.998 Gram, uang tunai 2 Miliar rupiah lebih, 2 unit mobil, serta 8 buah mesin cuci.

Lanjut setelah itu, barulah tanggal 7 Februari 2018 pelaku mengirim kembali sabu dan ekstasi ke Gudang Dadap Kosambi melalui importir PT.UMS Jakarta menggunakan kontainer. Dan penyulundupan berhasil diungkap Tim Satgassus Polri dan Polda Metro.

Para tersangka bakal dikenakan pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

nur aini