Kunjungi RSUD Tangsel, Kakorlantas Jenguk Korban Kecelakaan di Tanjakan Emen

NTMC POLRI РUsai melakukan tinjau langsung dan memimpin pelaksanaan olah TKP terjadinya kecelakaan maut bus pariwisata F 7959 AA di Tanjakan Emen, Subang Jawa Barat, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, M.M langsung bergeser ke RSUD Tangerang Selatan dimana para korban yang mengalami luka berat maupun ringan sudah dipindahkan.

Sebelumnya, para korban sudah mendapatkan penanganan pertama di RSUD Subang. Sebanyak 16 korban kecelakaan Tanjakan Emen dirujuk ke RSUD Tangsel.

Kakorlantas yang tiba malam hari langsung berkeliling ke beberapa ruang perawatan, serta Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ia mengunjungi satu-persatu para korban yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Salah satu korban luka bernama Muaimah Nuraini bercerita kepada Royke detik-detik menjelang kecelakaan tersebut.

“Saya sempat ketiban sepeda motor, Pak,” kata Muaimah saat dijenguk Royke di RSUD Tangsel, Pamulang, Banten, Minggu (11/2/2018).

Royke bertanya kepada Muaimah apakah bus tersebut penuh saat peristiwa terjadi. “Penuh, Pak,” jawab Muaimah.

Ia juga mengisahkan tentang seorang anak kecil yang menjadi korban dari kecelakaan tersebut dan masih memperoleh perawatan intensif di Subang karena belum memungkinkan untuk dipindahkan.

Royke juga mengunjungi kamar perawatan yang dihuni oleh Sawiyah dan seorang anak bernama Abdul Faqih.

Kepada awak media, Royke mengatakan sempat berbincang dengan beberapa pasien yang dirawat di RSUD Tangerang Selatan. Ia menanyakan bagaimana sikap sopir dalam mengemudi.

“Dari keterangan pasien yang masih segar berbicara, ditanya kelakuan sopir sejak berangkat, pengakuan pasien mengatakan sebenarnya supir dari awal berangkat dia cukup disiplin, tidak ugal-ugalan,” jelas Royke di RSUD Tangsel, Pamulang.

Sejauh ini, hasil sementara penyelidikan, kecelakaan tersebut diduga karena rusaknya fungsi rem dari bus tersebut. Polisi masih menyelidiki untuk memastikan penyebab kecelakaan.

“Hasil pengecekan kami sementara, mekanis daripada peralatan rem dari bis itu terjadi gangguan di luar fungsi rem di roda kanan belakang. Seharusnya ada dua selang aliran hidrolik, ini tinggal satu karena satu tercabut,” urainya.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Firmansyah