NTMC – Narapidana kasus pencucian uang dan pembalakan liar, Labora Sitorus, menyerahkan diri ke Polres Sorong, Papua Barat.

Labora dibawa ke Lapas Cipinang dengan menggunakan pesawat Nam Air nomor penerbangan 9587 sekitar pukul 11.00 WIT dari Bandara Dominique Edward Osok, atau dikenal juga sebagai Bandar Udara Sorong, Papua Barat. Labora akan menempuh perjalanan ke Jakarta sekitar 4-5 jam tanpa transit dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa mengatakan Labora dikawal 4 orang Brimob dari Kelapa Dua, Jakarta, yang memang datang khusus untuk mengawal Labora langsung ke Cipinang Senin (7/3/2016).

Dalam eksekusi itu, Labora juga didampingi istrinya dan ajudan pribadinya. “Labora tampak tenang dan stabil,” ucap Lumowa.

Pagi tadi sekitar pukul 03.30 WIT, Labora dengan naik ojek menyerahkan diri. Ia datang seorang diri ke Polres Sorong, Papua Barat.

“Labora mengaku selama pelariannya tinggal di rumah pribadinya. Rumahnya banyak, tapi dia mengaku berada di Sorong,” ujar Kalapas Sorong Maliki Hasan

Labora telah divonis 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 5 miliar pada 17 September 2014. Labora dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus tindak pidana pencucian uang karena kepemilikan dana di rekening bank sebesar Rp 1,5 triliun.‎ Namun sejak vonis dijatuhkan, Labora sulit untuk dieksekusi dan memilih tinggal di rumahnya.

Saat Kementerian Hukum dan HAM akan mengeksekusi dan membawa Labora ke Lapas Cipinang, Jakarta, Jumat 4 Maret 2016 pagi, dia melarikan diri.


Share:

Faris