‘Panic Button Apps’ Tingkatkan Pelayanan Polisi Kota Malang Pada Masyarakat

NTMC – Dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Aplikasi Panic Button yang diciptakan kepolisian tersebut dinilai setidaknya dapat lebih mempercepat pelayanan masyarakat dalam hal quick response mengatasi tindak kejahatan.

Seperti halnya, Polres Malang Kota yang memiliki aplikasi Panic Button on Hand (PBoH) tersebut, Sejak pertama kali dikenalkan pada masyarakat, Panic Button sudah menerima ratusan panggilan dengan beragam pengaduan, seperti tindakan pengrusakan, pengeroyokan, pencurian, sampai keluhan terkait lalu lintas.

Tak hanya itu, beberapa kali aplikasi ini juga berhasil mengungkap aksi pencurian. Seperti pencurian scaffolding atau tangga besi rakitan di Jalan Bingkil, Kecamatan Sukun, Kota Malang, beberapa waktu lalu. Dua pelaku berinisial MS (36), dan BA (21), dapat dibekuk polisi dari hasil penyelidikan usai korban memanfaatkan aplikasi PBoH.

Sebelumnya, pelaku penjambretan dapat diamankan petugas, ketika warga di sekitar lokasi kejadian meminta bantuan melalui aplikasi sudah mendapatkan respon positif dari Kementerian Pembedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Tetapi tidak semua panggilan berupa pengaduan, ada juga hanya ingin menguji kecepatan anggota Polres Malang merespon penggunaan aplikasi itu. Namun, ada juga yang memang ingin serius memanfaatkan aplikasi ini, hingga terungkapnya sejumlah kasus kejahatan.

“Ini bukti respon masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi ini. Kami juga terus mensosialisasikan aplikasi ini baik ketika jagongan, juga di sekolah dan kampung-kampus,” kata Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono, Sabtu (22/10/2016).

Decky mengharapkan, masyarakat lebih banyak mengunduh dan memasang aplikasi berbasis andorid di telepon seluler mereka. Sehingga ketika ada kondisi darurat, warga secara cepat bisa meminta bantuan polisi. Disamping itu, adanya PBoH akan mampu menekan angka kriminalitas di wilayah hukumnya.

“Kami berharap makin banyak masyarakat Kota Malang yang mengunduh aplikasi ini sehingga bisa memanfaatkannya di saat dalam situasi darurat,” ujarnya.

Aplikasi Panic Button on Hand memiliki lima fitur yaitu ‘help’, pengaduan, kritik dan saran, layanan polisi, dan Malang Kota News. Jika menemui keadaan darurat bisa melakukan panggilan help alias tolong.

Panggilan itu akan direspon sedikitnya 20 personel yang akan mendatangi lokasi. Mereka terdiri dari tim Chip, tombak, juga jajaran Polsek setempat, dan Inafis Polres Malang Kota, serta jajaran Polsek terdekat.

Kasubaghumas Polres Malang Nunung Anggraeni menambahkan, dalam dua pekan terakhir, tercatat sudah lebih dari 10 ribu orang mengunduh aplikasi ini, 298 aduan masuk untuk menyampaikan kritikannya, sementara untuk panggilan help atau tolong sudah mencapai 618 panggilan, dan 291 laporan masuk memanfaatkan aplikasi ini.

“Kasus-kasus yang sudah ditangani beragam macamnya, selain kriminalitas, juga menyangkut persoalan parkir, kemacetan, dan warga yang terancam,”pungkasnya.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Faris