Peringati HUT Polri, Polda Jatim Gelar Pertunjukan Drama Kenang Perjuangan M.Yasin

NTMC POLRI – Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan pertunjukan drama kolosal yang menceritakan tentang perjuangan melawan Jepang pada peringatan HUT ke-72 Bhayangkara sengaja ditampilkan untuk mengingatkan para polisi tentang figur M Yasin yang memiliki andil dalam menjaga NKRI.

“Teatrikal ini supaya orang tahu bahwa M Yasin adalah pejuang Polri yang ikut menjaga NKRI,” ujar Machfud usai Upacara Peringatan HUT Bhayangkara di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (11/7/2018).

Tak hanya itu, dalam aksi teatrikal ini Kapolda juga ingin menyampaikan kisah Polri yang diabadikan dalam Monumen Perjuangan Polri. Kisah tersebut bercerita tentang Polri yang menyatakan bergabung menjadi Polisi Indonesia setelah sebelumnya di bawah komando Jepang menjadi Polisi Istimewa.

“Itu tadi kita ingin mengangkat (kisah) Monumen Polri yang ada di Jalan Darmo. Itu yang juga merupakan pahlawan nasional yang kita harus tahu. Intinya Polri menyatakan bergabung menjadi polisi nasional,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Kapolda menyampaikan jika pihaknya akan berupaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Yang jelas kita akan dengan semangat promoter, sebagaimana tema yang diangkat dari HUT Bhayangkara ke 72 ini, dengan semangat promoter polisi akan mengawal agenda Kamtibmas,” tambah Machfud.

Apalagi Machfud juga mengungkapkan, dalam dua tahun ini, banyak agenda penting yang harus dikawal Polri. Dimulai dari agenda internasional seperti Asian Games hingga IMF, juga pesta demokrasi dari Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Yang penting adalah di 2018 ini sampai 2019, Pileg dan Pilpres, kemudian agenda 2018 ada agenda penting internasional seperti Asian Games, kemudian juga kegiatan IMF yang ada di Bali itu juga agenda Polri,” lanjut Machfud.

Machfud menambahkan, pihaknya tak pernah gentar dengan ancaman terorisme yang terus bermunculan. Untuk itu, ia juga meminta agar semua pihak, termasuk tiga pilar dalam pemerintahan, turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Terkait dengan ancaman dari teroris yang ada, kita polisi berharap dengan semua pihak, bukan hanya Polri sendiri tapi semua pihak harusnya di Jawa Timur tiga pilar untuk tetap betul-betul lebih proaktif lagi,” pesannya.

Machfud juga berpesan agar masyarakat aktif melapor jika ada tetangga baru yang bertingkah laku mencurigakan. “Kita sangat mengharapkan kepekaan yang sangat luar biasa dari tiga pilar itu dari Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun masyarakat. Kalau melihat ada masyarakat baru dengan tampilan yang agak sedikit aneh, perilaku yang aneh, tolong diinformasikan kepada aparat keamanan. Di tingkat bawah seperti Babinsa maupun Bhabinkamtibmas,” sarannya.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Didi