Seorang Polwan di Bone Dirikan TPA Al-Ikhlas Untuk Anak-anak Dari Keluarga Kurang Mampu

NTMC POLRI – Seorang Polisi Wanita (Polwan) berpangkat Brigadir bernama Nuraeni bertugas di kesatuan Polres Bone, dikenal gemar memberi, berbagi, dan menebar kasih sayang kepada sesama.

Sejak mendapat amanah dari atasannya, wanita kelahiran Kabupaten Bulukumba ini ditunjuk sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau lebih dikenal dengan sebutan Bhabinkamtibmas di Kelurahan Bajoe.

Dengan penuh ketulusan, Eni menjalankan tugas hingga membuatnya menjadi sosok Polisi yang peduli dan peka terhadap kondisi yang berkembang di tengah masyarakat terutama berkaitan dengan pendidikan pembentukan akhlak pada anak.

Bahkan ia rela setiap bulannya selalu menyisihkan gaji sebagai abdi negara di Kepolisian Negara Republik Indonesia, demi mendirikan Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al Ikhlas, akhirnya pada September 2017 keinginannya tersebut benar – benar terwujud. Kini TPA yang terletak di Kampung Bajo, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone sudah terdaftar di BKPRMI (Badan Komunitas Pemuda Remaja Mesjid Indonesia) dan KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Tanete Riattang, dengan jumlah murid sebanyak 13 orang.

Dengan sepenuh hati mengajar anak-anak masyarakat kampung bajo yang tidak mampu disekolahkan oleh orang tuanya karena keterbatasan biaya yang mayoritas berkerja sebagai nelayan. Dibantu oleh dua orang dari komunitas relawan Bajo. Sabtu (3/3/2018).

“Kami mencoba memberikan pendidikan menulis dan membaca hingga mengajarkan iqro baca tulis alqur’an, alhamdulillah sejak September 2017 sudah ada murid yang menghafal 10 surah pendek,” ucap Eni.

Disela kesibukannya sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat, Eni merasa bahagia bisa membantu sesama yang disadari sebagai bekal menuju akhirat.

“Semuanya gratis tanpa ada pungutan uang sedikitpun. Saya berharap kedepan jumlah murid di TPA ini bisa bertambah dan apa yang saya lakukan saat ini bisa menjadi inspirasi untuk banyak orang,” katanya.

Ia menambahkan, tujuan didirikan TPA ini bermula dari keprihatinannya melihat akhlak generasi muda yang cenderung disibukkan dengan bermain gadget, game online, bahkan sibuk dengan media sosial, sehingga membuat mereka lupa waktu dan tak jarang membuat mereka terjerumus pada pergaulan bebas. Oleh karenanya, membentuk generasi muda faham Alquran sangatlah penting.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Firmansyah