Sosok Polwan Ini Ternyata Atlet Berprestasi Dalam Kejurnas Hingga Internasional

NTMCPOLRI – Tentu tidak ada yang menyangka bahwa ternyata wanita asal Kendari, Sulawesi Tenggara, yang juga anggota Polisi wanita Polri dan kini menjabat di Subdit V Renakta Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Hasiati Lawole ternyata namanya juga dikenal sebagai atlet jalan cepat nasional yang berjaya sejak era 1980-an, baik di kejuaraan dalam negeri maupun luar negeri.

Belasan tahun sudah Hasiati bertugas sebagai seorang polwan. Kendati demikian, tugasnya sebagai polwan itu tak membuatnya meningalkan dunia atletik, khususnya jalan cepat, yang digeluti Hasiati sejak bangku SMA. Hingga kini, Hasiati masih menyempatkan diri berlatih di sela-sela kesibukannya. Prinsip atlet yang umumnya disiplin pun ia terapkan dalam bertugas sebagai penyidik.

“Saya tuh atlet ingin menunjukkan, ini loh bukan cuma di lapangan, tetapi juga di pekerjaan ‘Oh atlet itu dispilin (dan) sportif’. Apalagi kita melekat ‘Wah, atlet nasional’ dan ingin mempertahankan secara fisik juga,” kata Hasiati.

Hasiati yang juga sebagai Ibu dua anak ini menerangkan bahwa selain menjadi atlet, menjadi polisi adalah cara lain membanggakan dan membantu perekonomian keluarga. “Alhamdulillah bisa bantuin sejak jadi atlet. Benar-benar bisa orang tua nikmatin. Apalagi masuk polisi. Benar-benar mengabdi, selesai pendidikan, pulang kampung, bangga banget,” ujar dia.

Diketahui, Hasiati telah mengantongi prestasi sejak 1985-2017 di kejuaraan nasional dan internasional, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan 7 medali emas dan dua perunggu (1989, 1993, 1996, 2000, dan 2004) untuk lari jarak 5.000, 10.000 dan 20.000 meter. Sea Games (1985, 1987, 1989, 1991, 1993, 1995, 1997) dengan lima perunggu dan tiga emas untuk jarak lari 5.000-10.000 meter. Asean Games di Beijing, China pada 1990.

Saat ini, pun diketahui ia masih aktif dalam Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMIH) sebagai atlet jalan cepat di tengah pekerjaan sebagai polisi. Ia pun masih menghasilkan medali emas dalam Master Asia sejak 2010-2017 untuk jarak jalan cepat 3.000-10.000 meter.

Berlatar sebagai atlet jalan cepat, Hasiati merasakan manfaat dalam pekerjaannya sebagai polisi. Ia mengaku fisiknya bisa diadu dengan teman-teman polisi laki-laki lainnya. “Dunianya kan anak laki semua. Kapan pun kerja jalan sama anak laki yang kepakai fisik. Jalan lebih aktif, lincah, dan lainnya lah. Dibilang sama mereka (polisi laki-laki) ‘Wah ibu cepat banget jalannya’. Disiplinnya juga,” katanya.

Pelampiasan Hobi berjalan cepat tak hanya menghasilkan prestasi dan berguna bagi kesehatan. Hasiati mengatakan, beban pekerjaan sebagai penyidik yang dihadapkan dengan bebagai kasus membuatnya butuh pelampiasan untuk menyegarkan pikiran. Hobinya tersebut pun mendapat dukungan dari keluarganya. Baik suami dan kedua anaknya juga menggeluti hobi olahraga.

Hasiati berharap pada generasi baru ia ingin agar ada regenerasi polwan yang melanjutkannya menekuni hobi di bidang atletik. Sebab, ia mengaku jarang menemukan polwan di lingkungan Polda Metro Jaya yang menggeluti cabang olahraga tersebut.

“Kalau lihat berbicara olahraga. Padahal mereka masuk polisi itu karena olahraga, sekali masuk dinas punya kemampuan olahraga, yang masih lanjut itu sudah langka banget,” katanya. Akibatnya, kata Hasiati, saat ada kejuaraan nasional yang diikuti polisi, sedikit polwan yang berpartisipasi.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Faris