Bareskrim Polri Amankan 300 Lembar Uang Palsu di Cikarang

NTMC POLRI – 300 lembar uang palsu siap edar pecahan Rp50 ribu berhasil disita Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri dari praktik pembuatan mata uang palsu.

Direktur Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan dalam kasus ini, empat orang diamankan yakni AL, JS, MAR alias D, dan AD. Penangkapan dilakukan pada 24 Januari.

Keberadaan pelaku berhasil diketahui berkat informasi dari masyarakat dan polisi pun segera menyamar sebagai pembeli uang palsu. Singkat cerita, disepakati transaksi uang palsu dilakukan pada Rabu 24 Januari 2018 di halaman SPBU daerah Gandasari Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Datang pelaku inisial AL dan MAR membawa sejumlah uang palsu yang akan dibeli.
“Setelah tim yakin pelaku membawa uang palsu maka langsung melakukan penangkapan kepada kedua pelaku,” kata Agung di Kantor Ditreksus Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin, 29 Januari 2018.

Setelah itu, polisi menggeledah kediaman keduanya di Desa Harja Mekar, Cikarang Utara, Bekasi. Dari rumah pelaku ditemukan 3 lak (paket) uang palsu pecahan Rp50 ribu. Satu lak berisi 100 lembar duit palsu.

“Ditemukan juga alat yang digunakan untuk finishing (proses akhir) pembuatan uang palsu pecahan Rp50 ribu,” lanjut Agung.

Setelah diinterogasi, AL mengaku kalau proses pembuatan uang palsu dilakukan oleh AD di Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan. Polisi segera menggerebek kediaman AD pada 25 Januari pukul 04.25 WIB.

AD lalu bercerita kalau dirinya memiliki kontrakan di Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan. Lokasi itu juga digunakan sebagai tempat pembuatan uang palsu.

“Sehingga pada tanggal 25 Januari 2018 pukul 05.00 WIB di lokasi tersebut petugas mengamankan JS yang sedang beroperasi membuat uang palsu,” ujar dia.

Menilik peran, AD dibantu JS berperan sebagai pembuat uang rupiah palsu pecahan Rp50 ribu setengah jadi. Mereka lalu menjual kepada AL dengan harga Rp700 ribu per 100 lembar kertas bergambar menyerupai uang rupiah Rp50 ribu. Satu lembar kertas itu menghasilkan dua lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu.

AL, lalu melakukan finishing dengan cara menyulam benang pengaman yang diwanai menggunakan pilok transparan, lalu ditempelkan menggunakan alat laminating. Uang palsu jadi itu bakal diedarkan oleh AL dan menantunya, MAR.

“Motif dari perbuatan para pelaku adalah untuk mencari keuntungan ekonomi berupa uang tunai,” ucap Agung.

Dari tangan tersangka AL, polisi menyita tiga lak uang rupiah palsu pecahan Rp50 ribu, alat pembuatan uang palsu, satu unit sepeda motor. Sementara, dari tersangka AD, disita 2.970 lembar uang rupiah palsu pecahan Rp50 ribu, lembar kertas bergambar menyerupai uang rupiah Rp50 ribu, dan peralatan untuk membuat uang palsu.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 35 ayat 1,ayat 2, ayat 3, dan Pasal 37 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang juncto Pasal 55 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

author