Bareskrim Tegaskan Ke RSCM Selidiki Kasus Penjualan Ginjal Ilegal

NTMC POLRI – Bareskrim Polri tegaskan kedatangan penyidik ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Kamis 4 Februari 2016 lalu murni untuk mengungkap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Banyak sekali opini dan pertanyaan tentang konteks kedatangan kami ke RSCM. Bahkan ada yang langsung beropini RSCM telah melakukan tindakan malpraktik. Padahal kami belum memutuskan apa-apa terhadap RSCM. Ini kan bahaya karena tidak menggunakan asas praduga tidak bersalah,” kata Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Kombes Pol Umar Fana di Bareskrim, Selasa (9 Februari 2016).

Umar menambahkan, penyidik saat ini fokus dengan kasus TPPO. Barang bukti sedang diinventarisir termasuk administrasi penyelidikan dan penyidikan. Sehingga secara legal-formal tidak ada kesalahan.

“Kami selidiki aksi illegal perdagangan ginjal. Bukan teknis operasi di rumah sakit serta menggali data bagaimana pelaku bisa memilih dan menentukan seseorang menjadi donor,” kata Umar.

Meski demikian, Umar melanjutkan, jika pada akhirnya alat bukti lain didapat, tidak menutup kemungkinan dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih dalam.

Penyidik Dittipidum Bareskrim membekuk tiga pelaku penjualan organ ginjal manusia. Mereka dikenakan Undang-undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan UU Kesehatan.