Bersama Dinas Pendidikan, Polres Majene Bahas Program Gerakan Kembali ke Sekolah

NTMC POLRI - Dalam rangka pencapaian keberhasilan program unggulan polri khususnya Polres Majene maka digelar FGD (fokus group discussion) mengenai gerakan kembali bersekolah di aula Kantor Camat Banggae Timur Jl. Jendral Sudirman No. 75 Majene. Rabu (13/04/16) pukul 09.30 Wita.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakapolres Majene Kompol Muh. Arief, SH didampingi oleh yang mewakili Kadis Pendidikan, Camat Banggae & Camat Banggae Timur.
Beberapa tamu undangan juga terlihat seperti Kapolsek Banggar AKP Sumijur Usman, Ka UPTD, para lurah sekecamatan banggae & banggae timur, Kepala Sekolah SD Kec. Banggae timur, KBO Binmas Iptu Muh. Sabir T.
Para bhabinkamtibmas Polsek Banggae & Babinsa Kecamatan Banggae turut hadir serta para orang tua dan anak-anak yang putus sekolah dan tamu undangan lainnya.
FGD ini bertujuan untuk membantu beban materi masyarakat yang kurang mampu agar anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa bisa menikmati mutu pendidikan sebagai mana mestinya.
Berdasarkan pemantauan kerja dilapangan ternyata banyak sekali anak-anak yang putus sekolah terutama yang berada dipesisir pantai hal tersebut karna pemikiran masyarakat yang mengatakan bahwa mending melaut di pagi hari dan kembali di sore hari dengan membawa uang dari hasil tangkapan ikan daripada bersekolah dipagi hari dan pulang di sore hari dalam keadaan lapar.
“Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk mencari jalan keluar agar para generasi sadar agar pentingnya pendidikan dan bisa kembali menikmati bangku pendidikan,” kata Wakapolres Majene.
Bukan hanya itu kerja sama yang baik antara petugas dan masyarakat adalah harapan pemerintah untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sehingga problema yang ada dapat diantisipasi sedini mungkin.
Dari evaluasi yang telah dilakukan selama ini kebanyakan anak-anak sekarang yang putus sekolah disebabkan karena kurang mampunya keluarga, mininggalnya orang tua yang menjadi tulang punggung sehingga memaksa anak-anak untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Polri yang didukung penuh oleh pemerintah bertekad membuka peluang kepada seluruh masyarakat untuk bisa kembali menyekolahkan anaknya dengan segala fasilitas dan bantuan agar mereka bisa mendapatkan hak yang harusnya di dapatkan terkhusus di bidang pendidikan,” kata Kompol Muh. Arief.
kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar pasalnya dengan adanya program yang demikian akan menjadi acuan bahwa tidak ada lagi alasan bagi setiap orang tua untuk tidak menyekolahkan anaknya, beban materi sampai dengan pikiran setiap orang tuan aka berpengaruh besar untuk kelangsungan hidup mereka.
author