Bobol Mesin ATM Pakai Obeng, Dua Pria di Pontianak Diringkus

NTMCPOLRI – Hanya berbekal obeng, dua pria di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, berusaha mencuri uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Dari catatan polisi ada 14 ATM yang mereka rusak.

Namun aksi mereka keburu diketahui oleh polisi. Keduanya akhirnya ditangkap polisi pada Minggu (9/8), saat mereka beraksi di ATM milik BNI di SPBU Kubu Raya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan, mengatakan, keduanya sudah beraksi sejak Sabtu (8/8).

“Berawal dari adanya laporan sistem pada salah satu ATM BNI di Kota Pontianak, vendor ATM yaitu PT SSI melakukan pengecekan dan ditemukan adanya kerusakan pada bagian tempat keluar uang mesin” ungkap Luthfie.

Ia melanjutkan, dari adanya temuan tersebut, pihak vendor melakukan koordinasi bersama pihak BNI, dan melakukan crosscheck kepada unit ATM lainnya, serta melakukan pengecekan CCTV.

“Mengetahui adanya kerusakan lainya di unit ATM sebanyak 13 unit, pihak vendor dan bank melapor kepada pihak kepolisian, dan dilakukan rangkaian penyelidikan,” tambahnya.

Selanjut pada Minggu (9/8), sekitar pukul 22.30 WIB, petugas kepolisian melakukan pengintaian di ATM BNI di SPBU Jalan Mayor Alianyang, Kabupaten Kubu Raya, dan ditemukanlah 2 orang tersebut sedang melakukan pencurian, dengan merusak ATM milik BNI tersebut.

“Pelaku berinisial HD (24) dan SS (42), berhasil dibekuk saat melakukan aksinya di ATM ke 14, yaitu di ATM SPBU Kubu Raya,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang berhasil petugas amankan berupa 1 buah obeng dan 2 pengait besi, yang digunakan pelaku untuk merusakan mesin ATM. Barang bukti lainya yang turut diamankan petugas berupa 2 unit sepeda motor, dan uang tunai sebesar Rp 600 ribu. “Untuk kerugian dari pihak bank sebesar Rp 11 juta,” ucapnya.

Lutfhie menambahkan, saat ini kedua pelaku masih diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar, untuk mengetahui sindikat kejahatan dengan sasaran ATM.

Kedua pelaku terancaman dikenakan pasal pencurian dengan pemberatan 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

author