Bripka Parmono, Polisi yang Razia Bapaknya Sendiri Dapat Penghargaan

NTMC POLRI – Anggota Satlantas Polres Bojonegoro Bripka Parmono (43) mendapat penghargaan setelah melakukan pemeriksaan terhadap ayahnya sendiri dalam Operasi Patuh Semeru 2019. Parmono dianggap telah bertugas secara profesional.

Pemberian penghargaan itu dilaksanakan di halaman kantor Satlantas Polres Bojonegoro. Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan penghargaan diberikan kepada Bripka Parmono karena yang bersangkutan dinilai telah melaksanakan tugas sesuai dengan SOP atau menjalankan tugas tanpa pandang bulu.

“Dengan tanggung jawab dan profesionalitas, Bripka Parmono telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan SOP tanpa memandang siapa yang dihadapi,” kata Ary Fadli, Rabu (11/9/2029).

Aksi Parmono diharapkan menjadi contoh bagi semua anggota dalam bertugas. Polisi dituntut profesional melakukan penindakan atau pemeriksaan meski yang dihadapi merupakan keluarga sendiri seperti yang dialami Parmono.

Aksi profesional Parmono dalam Operasi Patuh Semeru 2019 sempat viral di media sosial. Kala itu ia memeriksa surat kendaraan dan kelengkapan keselamatan berkendara milik bapak mertuanya sendiri, Sidiq (59), warga Desa Padang, Kecamatan Trucuk. Potret anak merazia bapak itu terjadi Sabtu (7/9) di sekitar Bundaran Jetak, Kota Bojonegoro.

Kala itu Parmono juga mencium tangan bapak mertuanya sebagai tanda hormat kepada orang tua. Namun, setelah itu, ia bersikap profesional dan memperlakukan sang ayah seperti pengguna jalan lainnya.

“Jujur, saya sangat kaget kalau ini jadi viral hingga pimpinan memberi penghargaan. Karena kejadian itu memang sangat tidak saya duga kalau yang saya periksa merupakan bapak istri saya sendiri. Terima kasih, Pak Kapolres,” kata Parmono.

Sementara itu, Kasatlantas Bojonegoro AKP Aristianto juga mengaku bangga memiliki anggota di satuannya yang mempunyai dedikasi tinggi, sehingga bisa dijadikan panutan buat anggota yang lain.

“Kami bangga punya anggota seperti Pak Pram. Semoga tetap dijaga dedikasi yang tinggi ini dan bisa dicontoh oleh yang lain,” kata Aristianto.

author