Cegah Penyebaran Covid, Polisi Bubar Paksa Demo Aliansi Masyarakat Solo

NTMCPOLRI – Aparat kepolisian membubarkan paksa massa aksi yang menolak kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ke Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng). Pembubaran dilakukan karena massa Aliansi Warga Kota Solo yang diperkirakan 550 orang tersebut dinilai berpotensi melanggar protokol kesehatan.

Dari pantauan di lapangan, pembubaran paksa itu dipimpin langsung Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. Mengawali pembubaran, mobil dalmas milik Polresta Solo merapat ke lokasi aksi.

Melalui pengeras suara, polisi meminta agar aksi tak lagi dilanjutkan karena berpotensi melanggar protokol kesehatan. Tak hanya itu, aksi tersebut juga mengantongi izin dari pihak Kepolisian.

Selang beberapa menit kemudian, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak tiba di lokasi aksi. Dengan dikawal beberapa personel, orang nomor satu di jajaran Polresta Solo ini langsung merengsek masuk ke dalam aksi.

Ade kemudian memaksa orator turun dari panggung. Dengan tegas, Kapolres meminta agar koordinator aksi Kusumo Putro untuk membubarkan massanya.

“Saya minta agar segera membubarkan diri. Aksi ini tidak mengantongi izin dari kepolisian,” kata Kapolres kepada orator aksi Kusumo.

Namun, Kusumo meminta waktu 1 menit untuk membacakan pernyataan sikap Aliansi Warga Kota Solo yang menolak Habib Rizieq Shihab datang ke kota mereka. Akhirnya, Kapolres pun mengizinkan Kusumo untuk membacakan sikapnya selama 1 menit.

Salah satu pernyataan sikapnya, Aliansi Warga Kota Solo tidak anti terhadap habib dan tidak anti ormas Islam. Yang mereka tolak pribadi Rizieq Shihab agar tidak datang atau mengikuti kegiatan atau menyelenggarakan kegiatan apapun di Kota Solo.

Aliansi Warga Solo siap berdampingan secara harmonis dengan semua lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, antargolongan, status sosial dan ormas apapun.

Terakhir, Aliansi warga Solo menjunjung tinggi penegakan hukum dan mendukung upaya pemerintah dan aparat keamanan terkait untuk mewujudkan kesejukan dan kondusivitas di berbagai wilayah di Indonesia.

Sementara itu Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, pihaknya membubarkan demonstrasi tersebut karena tak mengantongi izin. Aksi itu juga berpotensi menimbulkan kerumunan massa dan sangat rentan sekali terhadap penyebaran Covid-19 secara masif.

“Tadi sudah kami sampaikan pada korlapnya bahwa kegiatan dalam kondisi kerumunan sangat berbahaya, maka kami minta untuk membubarkan diri,” kata Kapolres, Sabtu (21/11/2020).

“Ini juga tidak ada pemberitahuan terkait aksi. Selama pandemi, angka penyebaran Covid-19 di wilayah Solo semakin tinggi. Maka salah satu upaya yang dilakukan Polri bersama TNI adalah mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi terhadap penyebaran virus Corona secara masif,” katanya.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat, Polresta Solo akan memanggil korlap aksi terkait kegiatan tersebut. “Kami juga akan memanggil korlap aksi untuk kami mintai keterangan terkait aksi ini,” katanya.

author