DITTIPIDSIBER BARESKRIM POLRI TANGKAP PELAKU PEMBOBOL MILYARAN RUPIAH REKENING GIRO BANK BUMN 

NTMCPOLRI – Direktorat Tindak pidana Siber Bareskrim Polri, pada hari Selasa 25 Juli 2019, pukul 00.30 WIB, telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki asal Bojonegoro yang berinisial CP (45 tahun). Pelaku pembobol rekening giro Bank BUMN yang mencapai miliaran rupiah tersebut ditangkap di Jl. Lingkung Munjul Rt 01 Rw 01 Kel.Munjul Kec.majalengka Kab.Majalengka Jawa Barat pada tanggal 25 Juni 2019.

Penangkapan terhadap tersangka CP dilakukan setelah pihak Kepolisian mendapatkan informasi adanya Tindak Pidana Ilegal akses yang dengan sengaja terhadap mesin ATM yang dilakukan oleh tersangka CP yang jug merupakan nasabah Bank BUMN dengan menggunakan ATM Giro untuk memindahkan uang yang bukan miliknya ke rekening penampung hasil kejahatan yang sudah disiapkan oleh tersangka.

Modus operandi tersangka, pada tanggal 17 Maret 2019, pukul 17.12 WIB, tersangka CP melakukan percobaan hacking dengan mengeksplorasi mesin-mesin ATM dan mencari mesin ATM mana yang dapat di eksploitasi menggunakan kartu ATM Giro miliknya. Dari hasil eksplorasi atau pencarian tersangka, alhasil TSK CP menemukan mesin ATM Mandirilink Merah Putih (ATM Jaringan LINK) di dalam Indomaret Jember yang beralamat di jalan Kota Blater No.59 Ambulu Jember Jawa Timur, yang dapat berhasil di eksploitasi.

Kemudian tersangka CP melakukan illegal akses pada mesin ATM tersebut dengan melakukan transaksi illegal menggunakan kartu ATM Giro miliknya yang diduga sudah di modifikasi sehingga dapat melakukan transaksi melebihi saldo yang dimiliki yang seharusnya ditolak oleh ATM.

Transaksi illegal tersebut dilakukan berulang kali pada dalam waktu yang berdekatan. Dari hasil illegal akses tersbut tersangka mendapatkan keuntungan sebesar Rp.1.753.500.000,- (satu milyar tujuh ratus lima puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah).

Kepada Penyidik Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber tersangka tersebut mengaku bahwa telah melakukan kejahatan illegal akses tersebut atas dasar kebutuhan ekonomi dan untuk modal usaha menjadi distributor alat pembersih rumah tangga.

Dari tangan tersangka Polisi menyita 4 unit HP, 2 buah Laptop, 2 buah buku tabungan rekening Bank BCA, 2 buah buku tabungan Bank BRI, 1 buah ATM Bank Mandiri, 1 buah ATM Bank BCA, 3 buah ATM Bank BRI, 1 buah ATM Bank BRI, satu bundle bukti transfer, uang tunai sejumlah Rp 5.506.000,- (lima juta rupiah), 3 buah cincin emas, 1 buah kalung emas, 1 buah gelang emas, 4 unit mobil, 1 unit motor, 1 buah jam tangan merk Hegner, 4 buah CPU , monitor dan keybord dan 1 bundel pembukuan perusahaan PT KALIMAS BINTANG PRATAMA.

Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 46 jo pasal 30 dan/atau Pasal 49 jo Pasal 33 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau Pasal 362 kuhp dan/atau Pasal 82 dan 85 uu no 3 tahun 2011 tentang transfer dana dan/atau Pasal 3,4,5 dan 10 uu no 8 tahun 2010 tentang tidak pidana pencucian uang jo pasal 64 kuhp.dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan/atau denda paling banyak rp 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah).

author