Dua Spesialis Curanmor Dibekuk Petugas

60 views

NTMC POLRI – Polres Kota Tangerang menyergap dua pria spesialis curanmor, BD alias Gareng (24) dan ID (25). Keduanya ditangkap lantaran mencuri motor di sebuah klinik di daerah Cikupa, Kabupaten Tangerang.‎

Penyergapan bermula saat tim buser menerima informasi ada segerombolan bandit jalanan bersembunyi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Polisi pun menyamar ingin membeli motor curian. Transaksi itu dilakukan di depan PT Mayora, tak jauh dari lokasi persembunyian mereka.

“Satu orang dengan inisial ID berhasil kita tangkap, sedangkan tiga pelaku lainnya kabur dan saat ini dalam pengejaran,” kata Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang, Kompol Gunarko, Minggu (21/5/2017).

Tim buser kemudian menggeledah rumah kontrakan yang dijadikan markas persembunyian pelaku Hasilnya, sebanyak 3 kunci leter T berikut 20 mata kunci berhasil disita. Tak hanya itu, 2 unit motor curian turut diamankan sebagai barang bukti.

 

Sebanyak 3 kunci leter T berikut 20 mata kunci berhasil disita disita petugas dari rumah kontrakan pelaku.

“Kelompok curanmor asal Lampung ini memang sudah jadi target kami, dan mereka memiliki jaringan penadah motor curian,” tutur Gunarko.

Dari hasil intrograsi, pihaknya kemudian melakukan pengkapan BD alias Gareng di daerah Pandeglang, Banten. Pria 24 tahun ini diketahui sebagai penadah hasil kejahatan para bandit jalanan. Tiga motor curian berhasil disita dari tangan Gareng.

“Total ada lima motor curian berbagai jenis yang kita amankan ke Polres Kota Tangerang,” ungkap pria jebolan Akpol tahun 2001 ini.

Gunarko menjelaskan, komplotan curanmor ini kerap beraksi pada malam hari. Sasarannya kuda besi yang terparkir di depan ruko maupun rumah yang ada di tepi jalan.

“Motor curian kemudian dibawa ke Pandeglang dengan menyuruh joki yang telah di tunjuk, dan lokasi transaksinya pun selalu berbeda-beda,” ujarnya.

Akibat perbuatan itu, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan Pasal 480 KUHP tentang pertolongan jahat atau penadahan. “Ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara,” Gunarko menandaskan.

Tags:
author