Eks Manajer PS Mojokerto Berpeluang Jadi Tersangka Mafia Bola

NTMC POLRI – Polri menegaskan Vigit Waluyo bakal berpeluang besar menjadi tersangka dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia.

“Besar kemungkinan, tapi tetap menunggu pemeriksaan dan seluruh bukti dikumpulkan dahulu,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019).

Pemeriksaan atas eks manajer PS Mojokerto ini sempat terhambat lantaran Vigit ditahan oleh PN Sidoarjo terkait kasus korupsi PDAM. Polri harus berkoordinasi dengan Ditjen Permasyarakatan untuk meminta izin pemeriksaan atas Vigit.

Dedi menjelaskan, Vigit disebut berperan bekerja sama dengan tersangka Dwi Irianto alias Mbah Putih yang merupakan Komisi Disiplin PSSI. Mereka bersekongkol dalam mengatur laga yang dijalani PS Mojokerto di Liga 3, agar PS Mojokerto terkualifikasi ke Liga 2.

“Keuangan yang sudah diterima mereka berdua sebanyak Rp115 juta,” tutur Dedi.

Dedi menjelaskan, perkara pengaturan skor yang juga ditangani Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri statusnya telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Sejauh ini polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor. Mereka adalah mantan Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari yang merupakan wasit futsal.

Keempat tersangka itu dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau tindak pidana suap dan atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

author