Estafeta Tongkat Komando, Tito dan Idham Aziz Berbagi Cerita

NTMCPOLRI РRangkaian ketiga dari kegiatan Pengabdian Bhayangkara Sejati Untuk Indonesia Maju yakni pengantar tugas, dimana  Kapolri terdahulu Jenderal (Purn) M. Tito Karnavian dan Kapolri baru Jenderal Pol Idham Azis bercerita tentang perjalanan karirnya di Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Tito mengatakan, tiga tahun lebih tiga bulan sudah ia mengemban tugas sebagi Kapolri. Kini, saatnya ia akhiri perjalanan 32 tahunnya menjadi anggota Polri dan menurunkan jabatannya kepada Jenderal Pol Idham Azis yang telah ditunjuk oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa hari lalu.

Menurutnya, perjalanan karir adalah rahasia kehidupan yang tidak kita tahu. “Cukup berat awalnya saat saya ditawarkan menjadi Kapolri. Karena saya dipanggil saat masih berusia 51 tahun dan merasa masih banyak senior yang mampu mengemban jabatan tersebut. Namun karena itu pilihan mutlak pak Presiden, saya harus melaksanakan perintah. Jadi, saya tetap harus bisa menetapkan diri untuk semua angkatan.” cerita Tito.

Dan kini, saatnya tongkat komando diestavetkan kepada Idham. Ia berharap Idham bisa terus menjaga kekompakan Polri yang selama ini sudah terjalin. “Tetap jadilah anggota Polri yang profesional, modern, terpercaya (promoter). Siapapun pimpinannya, ialah yang dipilih tuhan untuk kepentingan kita bersama.” terang Tito.

Sementara itu, Idham mengatakan, bahwa tidak pernah menduga akan dipilih menjadi Kapolri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Namun, ia yakin bahwa ini adalah pilihan tuhan yang diturunkan melalui Bapak Presiden.

Berpindahnya tongkat komando kepada Kapolri baru Idham Azis tentu akan meneruskan pekerjaan yang telah dilakukan Jenderal (Purn) Polisi Tito. Setidaknya untuk setahun lebih kedepan hingga pensiun.

Idham berjanji akan melanjutkan program yang sudah ada di masa tito.

Ia juga meminta dukungan dan doa restu kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk amanah yang sedang diembannya. “Ayo kita sama-sama membangun institusi Polri menjadi lebih baik.” seru Idham.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian cinderamata berupa pedang, miniatur Mabes Polri dan lukisan, serta hadiah spesial yang diberikan oleh seluruh Kapolda se-Indonesia.

author