Film Garapan Polres Aceh Utara tembus Top 10 Police Movie Festival 2019

NTMC POLRI – Film pendek “Setan Botak Malaxa” yang digarap Polres Aceh Utara berhasil menembus Top 10 pada ajang penghargaan Police Movie Festival (PMF) 2019.

Atas capaian ini, Kadiv Humas Polri menyerahkan piagam penghargaan pada Polres Aceh Utara yang diterima langsung Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin pada acara puncak PMF 2019 di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (7/11) malam.

Ajang penghargaan Police Movie Festival (PMF) 2019 yang diselenggarakan Divisi Humas Polri ini telah memasuki tahun ke enam dengan mengusung tema “Together We Are Strong”.

Pada ajang ini pula, Film berjudul “Strong” dipilih sebagai juara pertama PMF 2019 untuk kategori film animasi. Sedangkan film berjudul “Cikal” dinobatkan sebagai jawara PMF 2019 untuk kategori film pendek.

Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Muhamamd Iqbal, sebagai penyelenggara acara, mengatakan PMF merupakan wujud nyata sinergitas lembaga kepolisian dengan komunitas perfilman serta masyarakat untuk bersama-sama membangun situasi dan stabilitas keamanan melalui karya.

“Sinergi dan soliditas adalah formula yang tepat, karena dengan melihat konteks perubahan yang dihadirkan oleh revolusi industri 4.0 makan lanskap keamanan juga menjadi kebutuhan dan kewajiban bersama sehingga perlu dihadirkan melalui program dan kegiatan yang sesuai trend masyarakat. Salah satunya film pendek dan film animasi,” kata M. Iqbal dalam sambutannya.

Tak hanya jadi wadah kreasi para sineas muda, AKP Hasby Ristama selaku Ketua Pelaksana PMF 2019 berharap ajang ini juga bisa meningkatkan industri ekonomi kreatif di Tanah Air.

“Semakin banyak yang bertarung tentu semakin baik mutunya, jadi semakin bagus ekonomi kreatif,” ujarnya.

Tercatat ada 346 peserta yang mendaftar di PMF 2019, untuk film pendek dan 46 peserta untuk kategori film animasi. Kategori film pendek dengan durasi 7 menit dan animasi dengan durasi 3 menit.

PMF 2019 melibatkan deretan pegiat film Tanah Air yang duduk sebagai juri, antara lain Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Prilly Latuconsina, Wahyu Aditya, dan Monty Tiwa.

author