Insiden Tabrakan Beruntun di Antasari, Polisi Lakukan Tes Urine Pengemudi

NTMCPOLRI – Terkait insiden tabrakan beruntun di Antasari, Jakarta Selatan, pada Minggu pagi kemarin, Penyidik kepolisian melakukan tes urine terhadap RHWS, pengemudi mobil yang bersangkutan.

“Hari ini kita lakukan tes urine terhadap yang bersangkutan, nanti kita tunggu aja hasil dari tes urine. Apakah memang yang bersangkutan pada saat terjadinya laka lantas ini dalam kondisi pakai (obat terlarang) atau tidak, kita tunggu hasil tes urine nanti,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar mengatakan kecelakaan itu terjadi di Jalan Raya Antasari tepatnya depan Rumah nomer 89 lampu merah Pati 9 pada Minggu pagi.

Kecelakaan itu bermula saat mobil jenis sedan bernomor polisi B 1950 TBA yang dikemudikan oleh RWHS melaju dari arah utara ke selatan. Karena kurang konsentrasi mobil RWHS kemudian menabrak mobil di depannya hingga kecelakaan beruntun tidak bisa dihindarkan.

“Karena kurang hati-hati dan konsentrasi sehingga menabrak kendaraan minibus di depannya ,” kata Fahri dalam keterangan tertulis, Minggu.

Usai menabrak, sedan terus melaju hingga mendorong mobil minibus tadi hingga menabrak sebuah sepeda motor. Untuk menghindari tabrakan lebih parah dengan sepeda motor itu, pengemudi minibus itu banting stir ke kanan dan akhirnya naik ke atas pembatas jalan.

“Kendaraan minibus membuang ke kanan naik ke pembatas tengah dan secara bersamaan itu ditabrak oleh kendaraan dari arah selatan ke utara,” katanya.

Meski demikian sedan itu terus mendorong kendaraan sepeda motor itu dan menabrak minibus lainnya dan menabrak lagi sebuah kendaraan mobil jenis sport (SUV) yang berada di depannya.

Tidak ada korban jiwa dalam tabrakan beruntun tersebut, namun tiga orang dilaporkan terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kecelakaan tersebut melibatkan lima mobil dan satu motor, dengan korban luka dalam peristiwa tersebut adalah sebagai berikut.

1. Pengendara sepeda motor berinisial HD (39) mengalami luka pada tangan dan dada sesak hingga dilarikan ke RS Fatmawati.

2. Pengemudi minibus, menderita luka pada kaki kanan hingga tidak bisa di tekuk.

3. RHWS pengemudi sedan penabrak pertama, mengalami memar pada dahi.

Kedua pengemudi sedan dan minibus dirawat di RS Pasar Rebo, Jakarta Timur.

author