Jelang Pilkada, Polda Jatim Tangkap Pelaku Praktik Pemalsuan Dokumen

NTMCPOLRI – Polda Jawa Timur mengamankan ratusan blangko kosong untuk mencetak kartu keluarga (KK), suket e-KTP hingga akta kelahiran palsu. Blangko-blangko tersebut diduga untuk menambah daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pilkada 2020.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes R. Pitra Ratulangie mengatakan dalam kasus ini, polisi menangkap Anton Sunaryono (49), warga Blitar, Jawa Timur. Anton sebenarnya telah ditangkap pada 27 Januari 2020.

“Kita menemukan kartu keluarga (KK) kemudian kartu pencatatan sipil atau akta kelahiran, yang masih kosong. Tapi kalau kita lihat saja secara fisik ini ada hologramnya,” ujar Pitra melalui pesan singkatnya.

“Ini kita temukan cap-cap (stempel) ini berasal dari berbagai kabupaten di Indonesia. Di antaranya daerah Lombok, ya, Madiun, Malang, Blitar dan berbagai tempat kota atau kabupaten di Jawa Timur,” lanjut Pitra.

Pitra mengatakan Anton diyakini telah melayani ratusan konsumen dari berbagai daerah di Jatim. Anton mematok harga dokumen palsu dari Rp 200 ribu hingga Rp 2 juta per lembar. Omzetnya pun hingga Rp 1 miliar. Sayangnya, Pitra belum mengungkap identitas konsumen Anton.

Pitra mengimbau, agar masyarakat tak mudah tergiur dan percaya dalam menggunakan jasa dokumen palsu itu. Musababnya, bakal merugikan diri sendiri. Sebab, pengguna jasa pemalsuan dokumen juga mendapatkan hukuman dengan pasal yang sama.

Tersangka dijerat dengan Pasal 263 Ayat 1 dan 2 juncto Pasal 93 dan Pasal 96 UU tentang Administrasi Kependudukan. Ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal 10 tahun.

author