Jenazah Korban Tabrak Lari di Kota Probolinggo Dijemput Keluarganya

NTMC POLRI – Setelah sempat disemayamkan semalaman di RSUD dr Mochamad Saleh, Kota Probolinggo, akhirnya Abdul Ghofur (65) dijemput keluarganya. Kakek yang awalnya berstatus Mr X tersebut kemudian dibawa ke rumah duka, di Kabupaten Lumajang.

Warga RT 3 RW 1, Desa Pulo, Kecamatan Tempe, Kabupaten Lumajang tersebut, menjadi korban tabrak lari di Perempatan Kopian, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Karena tanpa identitas, kakek yang kerap berkelana itu disemayamkan di RSUD dr Mochamad Saleh, menunggu sampai ada yang mengaku keluarganya.

Anggota Laka Satlantas Polres Probolinggo Kota, Bripka Yeri mengatakan, korban ditemukan warga tergeletak di tepi jalan raya Bromo. Bapak tanpa identitas tersebut diduga korban tabrak lari. Mengingat, korban luka dipinggul belakang cukup parah. Petugas bersama warga membawa korban ke Puskesmas Ketapang.

Karena kondisinya parah, Bapak yang suka bepergian berjalan kaki itu kemudian dirujuk ke RSUD Moch Saleh. Tidak lama dirawat, Abdul Ghofur kemudian meninggal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD, Sabtu (13/6/2020) malam.

“Diduga korban tabrak lari, Info dari warga sekitar, korban berjalan agak ke tengah,” katanya.

Agar keluarga korban mengetahui kalau salah satu keluarganya kecelakaan, foto Abdul Ghofur yang lagi di RSUD diposting media sosial. Termasuk Jatim, satu relawan asal Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Ia men-share (membagikan) foto korban ke sejumlah WAG. “Saya share ke grup WA Lumajang,” ujarnya.

Ternyata salah satu anggotanya, mengenali wajah korban dan memberitahukan, kalau pria yang fotomnya di-share itu, pria yang pernah ditolong Jatim. Mendengar kabar seperti itu, Jatim kemudian meluncur ke RSUD.

“Saya lihat pakaiannya yang dikenakan saat bertemu saya di bulan puasa waktu lalu. Saya langsung menghubungi anggota Polres Lumajang yang saya kenal,” katanya.

Karena kontak keluarga korban yang didapat saat menolong Abdul Ghofur, hilang terhapus. Anggota polres Lumajang yang menyimpan nomor handphone keluarga korban itu, langsung menghubungi keluarga korban.

“Katanya dalam perjalanan ke sini. Pagi tadi. Nggak tahu kok belum datang,” katanya, Minggu (14/6) siang.

Diceritakan, warga saat bulan puasa memanggil dirinya, kalau ada orang tua yang hendak tidur di masjid. Karena kala itu pandemi Covid-19, warga takut dan tidak dizinkan. Jatim sempat membelikan nasi bungkus sebelum Abdul Ghafur meninggalkan masjid.

“Kami temukan keluarganya. Orang Lumajang. Keluarganya saat itu sempat datang, tapi Abdul Ghafur tidak dibawa. Katanya, memang suka jalan kaki kemana-mana,” pungkasnya.

author