Kapolda: Bahaya Medsos Dalam Penyebaran Radikal

71 views

NTMCPOLRI – Hadir dalam diskusi peringatan Hari Toleransi Internasional, Kapolda Metro Irjen Pol Gatot Eddy Pramono berbicara bahaya media sosial yang digunakan hingga menjadi intoleran.

“Media sosial, kita nggak bisa meredam, tidak bisa memfilter, apapun bisa dilakukan dari media. Bagaimana orang itu bisa intoleran belajar dari medsos, bagaimana orang itu menjadi radikal itu belajar dari medsos,” ujar Gatot dalam diskusi ‘Meneguhkan Toleransi, Merawat Kebhinnekaan Indonesia’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

Gatot menyebut jika dulu orang-orang menyebarkan paham radikalisme melalui cara pertemuan atau diskusi, kini, kata dia, itu bisa disebarkan lewat medsos seperti jaringan teroris.

“Bisa dibayangkan, saya ambil contoh kasus Abu Zee. Kelompok ini di 8 provinsi tersebar, mereka mengatakan paham itu melalui media sosial dalam Telegram. Seorang anggota polisi, itu ada 2 orang anggota polwan, juga ikut bagian daripada itu. Bahkan dia siap menjadi seorang pengantin,” katanya.

Menurutnya, Medsos dalam satu sisi menjadi hal yang positif, pada sisi lain menjadi hal yang negatif. Hal-hal negatif itu, kata dia, perlu diantisipasi dalam membangun toleransi.

“Banyak langkah-langkah yang harus kita lakukan tentunya apakah melalui pendidikan, pemahaman toleransi mungkin dari masa-masa kecilnya,” katanya.

author