Kepala BNPT: Waspadai Penggunaan Daring, Rekrutmen Teroris Via Online

NTMCPOLRI – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius meminta orang tua mewaspadai penggunaan teknologi dalam jaringan (daring) yang melibatkan anak-anak guna mengantisipasi beragam doktrin yang bertentangan dengan ajaran agama.

Kemajuan teknologi saat ini sengaja dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk memasukkan beragam doktrin yang bertentangan dengan ajaran agama. Hal itu sangat berbeda dengan sebelumnya.

“Jika dahulu proses baiat itu bertatap muka, secara fisik untuk mendoktrin orang, sekarang baiat lewat online, dilakukan berulang ulang,” ucap Suhardi Alius saat dikonfirmasi.

“Mereka melalui media sosial dan itulah yang berjalan dan itu yang paling aman menurut mereka (jaringan teroris),” imbuhnya.

Ia menyebut sudah ada korban dengan baiat lewat daring, yaitu Ivan Armadi Hasugian (18). Ivan merupaka pelaku aksi percobaan bom bunuh diri di gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Kota Medan, Sumatera Utara, Agustus 2016. Komunikasi Ivan dengan jaringan teroris kerap dilakukan berulang-ulang melalui dunia maya hingga mencuci otaknya sehingga Ivan melakukan amaliah dengan menyerang.

Di Indonesia, kata dia, masih kesulitan untuk memberantas beragam praktik doktrin yang memanfaatkan teknologi daring ini, sebab beragam media sosial di Indonesia bisa dimanfaatkan. Hal itu berbeda di Tiongkok, yang memblokir beragam situs, misalnya Facebook, Google, dan sejumlah media sosial lainnya.

Untuk itu, dirinya pun aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya meminimalkan beragam doktrin buruk tersebut. Salah satunya, BNPT juga berupaya membuat langkah kontra-propaganda. Ketika ada muatan negatif, ayat-ayat yang menurut mereka benar, akan langsung dibahas oleh tim khusus dengan melibatkan pakar-pakar sehingga bisa dikontrol.

“Ketika ada muatan negatif ayat-ayat yang menurut mereka benar, kita konter. Jika tidak, akan dianggap benar masyarakat sehingga kami buatkan kontranarasi bagian sebenarnya dalam konteks ayat itu. Kita buatkan kelompok ahli dari pakar-pakar,” tandasnya.

author