Lalui Medan Berat, Kapolda Kalbar Kunjungi Perbatasan RI-Malaysia

NTMCPOLRI - Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto blusukan ke wilayah Puring Kencana yang berbatasan dengan Malaysia. Akhir pekan kemarin bersama istrinya Niken, Brigjen Arief bergerak lewat jalur darat.

“Akses jalan sulit, banyak yang rusak karena aspal terkelupas, berlumpur, banjir sehingga air tergenang cukup tinggi banyak ditemui sepanjang jalan, dan harus menyeberangi 2 sungai dengan kondisi tidak ada jembatan,” jelas Brigjen Arief berbagi cerita, Senin (30/11/2015).

Menurut Kapolda, menyeberangi sungai bukan dengan sampan atau kapal, tapi mobil harus masuk ke dalam sungai.

“Karena arus air masih cukup deras mengakibatkan 2 mobil plat nomornya nya terlepas dan hilang di sungai. Bila sungai pasang maka harus menunggu air agak surut 1,5 sampai 2 jam untuk dapat menyeberang,” terang Brigjen Arief.

Brigjen Arief juga menyampaikan, kondisi listrik di wilayah perbatasan, energi listrik berasal dari Pembangkit listrik mikro hidro yang tergantung dari debit air sungai sehingga ketika musim kemarau tidak ada air, akibatnya tidak ada listrik.

“Akses informasi terbatas, sekarang sudah ada signal seluler tetapi hilang timbul,” terang Brigjen Arief.

“Sekolah hanya tingkat SD dan SMP, minimnya fasilitas ini menyebabkan orang tua menyekolahkan anak-anak ke Serawak Malaysia dari pada ke Putusibau karena jarak lebih dekat. Malaysia memberikan fasilitas lebih baik, diasramakan dan bahkan ada yang diberikan laptop,” urai Brigjen Arief.

Di wilayah perbatasan, Brigjen Arief dan istrinya menyapa petugas kepolisian yang berjaga. Kemudian membangun perpustakaan untuk anak-anak SD dan SMP agar mereka mengenal dan tahu mengenai budaya Indonesia.

kalbar

Brigjen Arief juga bercerita, infrastruktur yang kurang memadai membuat warga berbelanja ke distrik terdekat di Malaysia. Arief menyusuri tujuh Polsek di wilayah perbatasan, sekaligus melihat kondisi masyarakat.

“Menurut tokoh dayak, Tumenggung Puring Kencana ini adalah pertama kali ada seorang Kapolda datang ke Puring Kencana, sehingga mereka melakukan penyambutan upacara adat dengan menyembelih hewan,” tegas Brigjen Arief.

author