Mabes Polri Ungkap Penyelundupan Ribuan Kepiting Telur Ilegal

NTMC POLRI – Tim Intel Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan KP.Baladewa-8002, berhasil mengungkap penyelundupan Kepiting Telur dan campuran tanpa dilengkapi dengan kelengkapan dokumen di wilayah Polda Kalimantan Timur.

Setidaknya petugas dari KP. Baladewa berhasil mengamankan tiga pelaku dan menyita ribuan Kg kepiting rencana akan diselundupka ke negara Malaysia.

Menurut Komandan Kapal (KP) Baladewa, Kompol Dani, mengatakan pihaknya berhasil meringkus tiga pelaku yaitu Abdul Somad, Suhardi, dan Wahyu, masing-masing ditangkap di wilayah Handil 2 dan Samboja, Kutai Kartanegara, Kaltim. Penyelundupan kepiting yaang dilakuka oleh para pelaku menggunakan jalur darat.

“Terungkapnya kasus penyelundupan kepiting ini berawal ada Laporan Informasi (LI) Nomor : 40/XI/2017/subdit intel air tanggal 20 Nopember 2017 tentang peredaran lundup kepiting bertelur, setelah ditindak lanjuti pengamanan diperketat melalui laut, pelaku malah mencari jalur darat kesigapan anggota di jalur perbatasan membuahkan hasil dan berhasil ditangkap kendaraan mobil bersama muatan kepiting yang rencana akan dibawa ke Malaysia,”ujarnya kepada Pos Kota, Minggu (26/11/2017).

Perwira jebolan Akpol angkatan 2004 ini mengaku barang bukti yang berhasil disita dari masing-masing pelaku yaitu barang bukti dari pelaku Abdul Somad, mobil Isuzu Phanter KT 8379 CZ lalu dengan muatan kepiting sebanyak 29 Kolly dengan perinciaj ada 24 Kolly kepiting campuran, 4 koli kepiting kecil dan 1 kolly kepiting bertelur seberat 800 Kg.

Selanjutnya, pelaku Suhardi barang bukti yang diamankan mobil Toyoya Hilux KT 8692 UL dengan muatan kepiting sebanyak 24 Koli  perincian 14 kolly kepiting jantan, 3 kolly kepiting campuran, 6 kolly kepiting kecil dan 1 kolly kepiting bertelur dengan berat 700 Kg.

“Sedangkan untuk tersangka terakhir Wahyu, kita menyita kendaraan Toyota Hilux KT 8840 KZ dengan muatan 13 Kolly besar isi kepiting perincian 10 kolly kepiting jantan dan 3 koli kepiting campuran berat 500 Kg. Selain itu juga kita menyita dokument identitas maupun surat-surat kendaraan yang digunakan untuk alat bukti tambahan,”tuturnya.

Setelah petugas mengamankan pelaku beserta barang bukti, lanjut Kompol Dani, langsung menyeraahkan kepada PSDKP Samarinda, guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Hasil gelar kasus bersama PSDKP, Balai Karantina Perikana pelaku diduga melanggar Pasal 100c jo Pasal 7 ayat (2) huruf dan undang-undang RI no. 45 tahun 2009 tentang perubahan UU RI no 31 tahun 2004 tentang perikanan,”tutupnya.

Tags:
author