Melawan Arus Masih Menjadi Pelanggaran Tertinggi Selama Ops Zebra Intan di Polres Tabalong

NTMCPOLRI РSatlantas Polres Tabalong telah melaksanakan Operasi Zebra Intan Polres Tabalong tahun 2017 selama 14 hari, terhitung sejak 1 November hingga 14 November 2017 lalu. Dalam Ops Zebra Intan ini, diutamakan penegakan hukum terhadap pela ggar tata tertib berlalulintas.

Berdasarkan data yang didapatkan dari Subaghumas Polres Tabalong, jumlah pelanggaran lalu lintas yang paling banyak didapati berupa tindakan melawan arus dengan jumlah 308 pelanggar.

Disusul dengan pelanggaran tidak menggunakan helm 174 orang, tidak menyalakan lampu utama 165 pelanggar, melanggar rambu larangan putar arah 120 pelanggar dan tidak dilengkapi surat menyurat 116 pelanggar.

pelanggaran lalu lintas berupa tilang mengalami kenaikan dari 183 pelanggar tahun 2016, menjadi 1.061 pelanggar pada tahun 2017 atau naik sebanyak 878 pelanggar.

Sedangkan tindakan berupa teguran mengalami penururunan dari 58 pelanggar pada tahun 2016, menjadi 56 pelanggar di tahun 2017 atau turun sebanyak 2 pelanggar.

Berdasarkan rekapitulasi dari segi batasan usia pelanggar, terdiro dari rentang usia 21-25 tahun ada 300 pelanggar, usia 26-30 tahun 260 pelanggar, usia 31-35 tahun 198 pelanggar dan usia 16-20 tahun 192 pelanggar.

Sedangkan dari segi profesi pelaku pelanggaran yang paling banyak merupakan karyawan atau swasta, 472 pelanggar. Juga dari kalangan pelajar atau mahasiswa sebanyak 255 pelanggar dan pegawai negeri sipil 149 pelanggar.

Kapolres Tabalong AKBP Hardiono melalui Kasat Lantas Polres Tabalong AKP M Noor Chaidir, menghimbau agar masyarakat Kabupaten Tabalong selalu mentaati peraturan lalu lintas saat berkendara.

“Pastikan surat-surat kendaraan seperti STNK dan SIM sudah dibawa pada saat hendak bepergian, cek kendaraan seperti light On, kaca spion, rem motor serta tekanan angin ban,” ujarnya.

author