Nekad Melawan, Residivis Pencurian Tersungkur Dibedil Polisi

NTMCPOLRI – Pelaku pencurian asal Trenggalek Hendro Ribut Setiawan, seakan tidak pernah kapok dijebloskan penjara. Pasalnya pelaku ini terhitung telah sembilan kali keluar masuk penjara dengan kasus serupa.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan tersangka yang merupakan warga Desa/Kecamatan Dongko tersebut tercatat pernah melakukan aksi pencurian dengan cara membobol rumah sebanyak 12 kali di wilayah Trenggalek, Blitar dan Malang. 9 Di antaranya telah divonis hakim.

“Di Trenggalek sudah tujuh kali vonis, vonisnya antara satu tahun sampai dua tahun, kemudian sekarang satu lagi. Ini adalah pelaku curat spesialis rumah kosong dan terkadang ada penghuninya, di Blitar dua kali vonis dan saat ini ada laporan lagi satu, kemudian di Malang yang masih kami dalami,” kata Calvijn, Kamis (12/12/2019).

Kasus terakhir dilakukan Ribut di rumah milik Sri Mudayatin di Kelurahan Surodakan, Trenggalek. Di lokasi tersebut tersangka masuk ke dalam rumah pada tengah malam dengan cara mencongkel jendela menggunakan obeng.

“Awalnya pelaku ini melakukan pemetaan dan diketahui rumah korban kosong ditinggal pemiliknya. Kemudian pada malam hari ia mencongkel jendela dan masuk, namun saat itu ternyata pemilik rumah diketahui masih di dalam rumah dalam kondisi tidur,” ujarnya.

Meskipun pemilik rumah ada di dalam, pelaku nekat melakukan aksi pencurian dan menggasak beberapa barang berharga, diantaranya uang tunai Rp 1 juta dan dua unit telepon genggam dengan total kerugian Rp 6,5 juta.

Tersangka diamankan polisi di lokasi persembunyiannya di wilayah Dimoro Kota Blitar. Selain tersangka, turut diamankan barang bukti sejumlah obeng yang digunakan untuk membobol rumah, kardus HP dan tas ransel.

“Kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kakinya, karena tersangka berusaha kabur dan melawan petugas,” imbuh kapolres.

Sementara itu tersangka Ribut mengakui seluruh perbuatannya. Ia beralibi aksi pencurian tersebut kembali dilakukan lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. HP hasil pencurian telah dijual dan uang ya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Terpaksa pak, karena kebutuhan ekonomi. HP itu salah satunya saya jual ke Pasar Maling laku Rp 700 ribu,” kata Ribut.

Akibat perbuatannya kini tersangka harus mendekam di tahanan Polres Trenggalek dan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Tags:
author