Penipu Online Asal Tiongkok, Beli Data di Pasar Gelap

55 views

NTMC POLRI – Polda Bali tengah mendalami dan memeriksa 103 warga negara Tiongkok diduga pelaku penipuan online. Mereka mengetahui skandal atau kasus hukum para korban karena membeli data di pasar gelap.

“Mereka mendapat data korban dengan membeli di pasar gelap. Itu yang akan kami kembangkan lagi dan kami ungkap,” kata Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Anom Wibowo, Selasa (1/5/2018).

Anom menjelaskan dengan data tersebut para pelaku mengetahui identitas para korban dan kasus hukum maupun skandal para korbannya. Tak tanggung-tanggung mereka menipu korban dengan mengaku sebagai petugas berwajib atau aparatur dari instansi pemerintah.

“Termasuk juga mengaku dari keluarga korban yang membutuhkan bantuan setelah terlibat kecelakaan. Lalu mereka minta uang untuk ditransfer,” jelas Anom.

Kelebihan pelaku ini bisa mengubah nomor telepon yang mereka gunakan menghubungi korban. Nomor-nomor tersebut diubah menjadi nomor telepon kantor ataupun petugas keamanan di negaranya.

“Kelebihan mereka itu bisa merubah nomor telepon. Sehingga ketika dikroscek oleh korban akan muncul nomor menyerupai nomor lembaga keamanan tertentu,” imbuhnya.

Meski modus penipuan ini identik dengan kelompok lainnya, polisi menyebut jaringan ini tidak ada kaitan dengan jaringan lain yang telah ditangkap sebelumnya.

“Tidak ada keterkaitan dengan jaringan sebelumnya. Ini terpisah,” kata Anom.

Anom mengatakan pengungkapan kali ini jumlahnya lebih besar dari pengungkapan Januari lalu. Saat itu petugas mengamankan 64 warga Tiongkok dan Taiwan di Denpasar, Nusa Dua dan Pecatu.

author