Perluasan Wilayah Ganjil-genap Diharapkan dapat menyelesaikan Permasalahan Ibu Kota

NTMC Polri – Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Drs. Refdi Andri , M. Si, melakukan rapat tertutup didampingi oleh Dr. Ellen Tengkudung, M.T., Pakar Transportasi Universitas Indonesia yang diselenggarakan di Korlantas Polri pada Jumat pagi (9/08/2019).

Dalam rapat tersebut membahas tentang penambahan wilayah ganjil-genap di 25 titik wilayah Ibu Kota, DKI Jakarta. Perluasan ganjil-genap akan diselenggarakan mulai 9 September 2019, menggunakan Electronic Traffic Light Enforcement (ETLE) yang ditempatkan pada setiap titik DKI Jakarta.

Hal itu berdasarkan percobaan yang sebelumnya dilakukan pada 1 Juli 2019. Terbukti, dengan ETLE angka penangkapan pelanggar lalu lintas meningkat hingga mencapai 9.308.

Pakar Transportasi Universitas Indonesia, Dr. Ellen Tengkudung, M. T., mengatakan bahwa kebijakan perluasan ganjil-genap merupakan instruksi dari Gubernur DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas udara yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan.

Selain itu, dalam rapat ini juga dibahas bahwa adanya angka penurunan pada pengguna angkutan umum TransJakarta dan kenaikan pada kendaraan bermotor sebesar 72%. Dalam pemaparannya, Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Drs. Refdi Andri, menyarankan agar kajian mengenai dampak negatif terhadap udara di Jakarta oleh para pengguna kendaraan roda dua dapat dilakukan.

Maka dari itu, adanya perluasan wilayah ganjil-genap dengan menggunakan teknologi ETLE di Ibu Kota, diharapkan dapat meminimalisir tingkat pelanggaran lalu lintas yang ada dan mengurangi kadar polusi udara di DKI Jakarta.

author