Polda Metro Jaya Teruskan Operasi Kendaraan Lawan Arus dan Tertib Trotoar

NTMC POLRI – Ditlantas Polda Metro Jaya akan memperpanjang waktu pelaksanaan kegiatan operasi kendaraan yang nekat melawan arus dan menyerobot trotoar. Hal tersebut dilakukan karena masih banyak pengendara yang melakukan pelanggaran.

`”Mungkin sudah sisa beberapa hari ini untuk trotoar dengan melawan arus ya, kita tematik akan kita perpanjang karena yang melanggar ini memang cukup banyak,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra saat ditemui di Satpas SIM Daan Mogot, cengkareng, Jakart Barat, Kamis, (10/8/2017).

Perpanjangan kegiatan operasi ini akan di fokuskan pada dua titik yakni Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, dan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang atau dikenal JLNT Casablanca, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

“Itu setiap hari saya lihat pasti ada yang melakukan pelanggaran walaupun turun datanya. Kita lihat masih ada beberapa titik kita kembangkan lagi tematik ini masalah melawan arus sama trotoar,” tutur Kombes Pol Halim.

Selain akan menindak pengendara khususnya roda dua yang sering menyerobot trotoar dari pejalan kaki, Ditlantas Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang sering menggelar dagangannya di trotoar.

“Saat ini kita ada dua operasi yang pertama bulan tertib trotoar yang kita koordinasikan dengan pemda dimana PKL itu berjualan di trotoar nah kita sendiri di lalulintasnya yang melakukan pelanggaran menggunakan trotoar bagi kendaraan roda dua,” jelas Kombes Pol Halim.

Tidak hanya menindak para pengendara yang nekat naik ke trotoar, dengan tegas Halim sebut bahwa pihaknya juga akan melakukan penindakan terhadap parkir liar yang menggunakan trotoar. Bahkan, ia katakan tidak akan pandang bulu saat melakukan penindakan sekalipun ditemukan motor atau mobil anggota dan kendaraan pemerintah yang ikut memanfaatkan parkir liar.

“Iya parkir ditertibkan, parkir dari mereka Dishub (Dinas Perhubungan). Kita tetap larang (kendaraan anggota atau pemerintah), pertama kita preventif, sosialisasi kemudian terahirnya penegakan hukum dengan tilang,” pungkas Kombes Pol Halim.

author