Polda Sumsel Waspadai Peredaran Sabu-sabu Cair

NTMC – Pemilik dan pengedar narkoba jenis sabu-sabu tidak kehabisan modus untuk menjual barang haram tersebut. Ditengarai kesulitan mengedarkan serbuk sabu-sabu, sejumlah pengedar memilih mencairkan serbuk sabu-sabu untuk dicampur dengan sejumlah bahan kimia.

Dikatakan Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Deddy Setyo, sabu-sabu dalam bentuk cair baru-baru ini berhasil ditemukan dalam penggerebekan oleh tim Bareskrim Mabes Polri.

Berpatokan dari penggerebekan itu, Ditres Narkoba Polda Sumsel langsung mengambil langkah cepat dengan menyelidiki kalau-kalau ada industri sabu-sabu cair di kawasan Sumsel.

Kamis 23 Oktober 2014. Ini merupakan modus baru yang dilakukan pelaku-pelaku narkoba jenis sabu. Sabu cair ini sangat mudah diselundupkan karena bisa dicampur dengan bahan kimia yang lain. Selain itu, warnanya yang bening sangat mudah mengelabui aparat.

Demi mencegah beredarnya sabu-sabu cair di Sumsel, Polda Sumsel dan jajaran akan semakin memperketat pengawasan peredaran sabu-sabu. Anggota akan disebar untuk mencari informasi jika ada industri-industri sabu-sabu cair di kawasan Sumsel. Pasalnya, pembuatan sabu-sabu cair sangat sederhana dan bisa dilakukan dengan peralatan ala kadarnya.

Selain mencari keberadaan industri sabu-sabu cair, akses masuk menuju Sumsel juga akan diperketat. Mulai dari transportasi darat, udara, hingga air. Bahan-bahan kimia yang dinilai mencurigakan akan diperiksa secara mendetail kalau-kalau terdapat kandungan sabu-sabu di dalamnya.

Untuk ciri-ciri sabu cair, memiliki warna yang sama dengan serbuk sabu-sabu itu sendiri. Cairannya juga tidak berbau sehingga sulit dibedakan jika sudah dicampur dengan bahan lain. Ini yang patut diwaspadai oleh masyarakat di Sumsel. Efek negatif yang dihasilkan sabu-sabu cair juga sama dengan sabu-sabu yang berbentuk serbuk, yakni bisa membuat ketagihan hingga akhirnya over dosis.

“Kita akan koordinasi dengan instansi terkait untuk mensosialisasikan keberadaan sabu cair. Sejauh ini, memang belum ditemukan di Sumsel. Namun, indikasi ke arah sana sangat mungkin terjadi. Masyarakat yang melihat industri mencurigakan segera lapor ke polisi.”

author