Polres Maluku Tenggara Akan Tindak Pelaku Penyebaran Hoaks Terkait Covid-19

NTMC POLRI – Maraknya penyebar informasi (berita) hoaks seputar kasus Corona Virus (Covid-19) membuat polisi tidak tinggal diam. Kepala Kepolisian Resort Maluku Tenggara AKBP Alfaris Pattiwael menyatakan, akan menindak para pelaku penyebaran hoaks.

“Kebijakan itu sesuai maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Idham Azis,” katanya di Langgur, Selasa (24/3/2020).

Kapolres Malra menjelaskan, pelanggaran terhadap penyebaran informasi yang tidak benar melalui media sosial diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008 pasal 28 ayat (1).

Pasal tersebut menyatakan, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang menyebabkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Sudah ada UU-nya, sehingga akan kita lakukan tindakan hukum terkait hal itu,” tegasnya.

Pattiwael mengingatkan, semua komponen harus berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Informasi yang disampaikan harus valid dan bersumber dari pihak resmi.

“Wabah Covid-19 sudah menjadi masalah global, jadi jangan kita menyebarkan informasi yang tidak benar melalui medsos, apalagi sampai memvonis seseorang terjangkit Covid-19 tanpa ada data yang jelas,” imbaunya.

Kapolres meminta, masyarakat hendaklah menghargai hak asasi seseorang dengan memberi jaminan informasi publik yang akurat dan terpercaya.

“Dengan begitu keamanan, kenyamanan serta ketertiban dapat selalu terjaga,” pungkasnya.

Dalam menghadapi penyebaran Covid 19 ini sendiri, menurut Pattiwael, Kepolisian dibantu pihak TNI menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pattiwael mengaku, untuk sementara ini akan membubarkan kerumunan massa di tempat-tempat keramaian, seperti di cafe dan tempat hiburan.

author