Polri: Minhati Akan Dikenakan Hukum Filipina

30 views

NTMCPOLRI – Terkait penangkapan warga negara Indonesia oleh kepolisian Filipina, Minhati Midrais yang diduga adalah istri dari teroris Omarkhayyam Maute,┬áMinhati rupanya termasuk dalam daftar Perintah Penangkapan, Pencarian dan Penyitaan (ASSO) 1 yang dikeluarkan Kemenhan Filipina. Masuknya Minhati dalam daftar tersebut berarti dia dicari otoritas hukum Filipina karena ‘berbahaya’.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dikonfirmasi, Selasa (7/11), mengungkapkan Minhati ditangkap kepolisian Filipina di rumah kontrakkan di Barangay Tubad, Minggu 5 November 2017, pagi.

“Minhati diduga terlibat dalam kegiatan teroris dan Minhati Madrais juga akan dikenakan hukum Filipina,” terangnya.

Tim Densus 88 Anti-teror Polri telah berada di Filipina untuk berkoordinasi. Selain itu, ada pula pihak dari Kementerian Luar Negeri yang bakal menuju Filipina. “Itu (Kemenlu) adalah yang ditugaskan oleh negara untuk yang disebut dengan kekonsuleran untuk badan hukum Indonesia yang ada di luar negeri,” paparnya.

Dengan demikian, Mabes Polri meminta agar masyarakat bersabar. Pasalnya proses masih berjalan. “Kita tunggu dulu,” singkat dia.

Omarkhayyan sendiri merupakan salah satu pemimpin Maute, kelompok yang terafiliasi Islamic State (ISIS) dan melakukan pertempuran selama kurang lebih lima bulan di Marawi, Filipina. Dia melakukan perlawanan kepada militer Filipina bersama dengan pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon, yang juga pemimpin ISIS di Asia Tenggara. Keduanya dilaporkan tewas pada 16 Oktober lalu dalam pertempuran dengan militer Filipina.

Sebelumnya, Minhati ditangkap saat bersama enam anaknya. Enamn anaknya terdiri dari empat perempuan berusia 6, 7, 10, dan 12 tahun, dan dua laki-laki berusia sembilan bulan dan dua tahun.

author