Praktik Pembuatan STNK Palsu Beromset Puluhan Juta Dibongkar Polisi

NTMCPOLRI – Polisi kembali berhasil membongkar praktik pembuatan STNK Palsu. Dikeathui, operasi penjahat ini sudah beroperasi selama 6 tahun. Polisi berhasil meringkus 3 tersangka yaitu KA, A dan D dengan barang bukti disita 3 buah STNK dan 4 Mobil. Seorang pelaku lainnya atas inisial C kini dalam pengejaran (DPO).

Kapolrestro Bekasi Kabupaten, Kombespol Candra Sukma Kumara, menjelaskan pengungkapan berhasil ketika anggota opsnal melakukan observasi mendapatkan laporan informasi dari masyarakat, bahwa di perumahan sektor 5 Kelurahan kampung Bahagia, Kecamatan Babelan ada satu unit mobil Pick Up, yang diduga tidak sesuai dengan dokumen atau kepemilikan yang sebenarnya.

“Awalnya pada 18 Januari 2018 ada laporan, ada kecurigaan dari masyarakat bahwa mobil diduga dokumennya palsu, setelah kita cek dan cocokan emang barang tidak sesuai,” ucapnya melalui sambungan telepon, Selasa (30/1/2018).

Sambung dia, Kasus pemalsuan dokumen STNK dengan modus si KH ini menerima mobil tarikan dari lising dari bernama A, lalu kemudian A dilempar lagi digadeiin kembali ke orang lain dengan cara merubah STNK atas namanya dia sendiri. “Dengan harapan meyakinkan gade (mobil) ini milik si tersangka. Dari sini si pelaku KA ini berkerja sama dengan beberapa orang lainnya, awal nama dari s ini ketika kita interogasi darimana ternyata dapet dari KH, kita kembangkan dan luar biasa ada beberapa STNK yang diduga disalahgunakan oleh si KH,” jelasnya.

Pelaku melakukan aksinya menerima dari oknum dari penarikan konsumen yang tidak bisa membayar oleh oknum lapangan, oknum tersebut bukan lising tetapi seperti colector yang tidak memberikan laporannya ke lising.

Lanjut Kapolres, pelaku sudah melakukan aksinya selama enam tahun dengan sebanyak 150 STNK yang sudah dimodusin. “Mereka kurang lebih 6 tahun beraksi sebanyak 150 STNK, kita lagi coba ungkap kendaraan kendaraan yang dilempar oleh tersangka, mereka menjualnya di luar Jawa tengah dan di Bekasi,” tuturnya.

Sementara menurut pelaku A dirinya melakukan aksinya tersebut sudah selama tujuh bulan dengan bekerja di lising salah satu perusahaan otomotif, dia mengadaikan mobil dengan seharga Rp10 Juta. Kemudian menurut KA pelaku dirinya menggadaikan mobil seharga Rp 25 Juta. Pembuatan STNK palsu di rumah KA di Karawang. “Jualnya seharga Rp 25 juta,” ucap KA.

Kini tersangka terkena Kasus Pemalsuan dan atau Pertolongan Jahat (Pasal 263 KUHP dan 480 KHUP dengan ancaman selama enam tahun penjara).

author