Ribuan Massa Beratribut PSHT Menolak Membubarkan Diri, Polisi Terpaksa Lakukan Tembakan Peringatan

NTMCPOLRI – Kepolisian kota Surakarta terpaksa meletuskan tembakan peringatan ke udara guna membubarkan ribuan orang yang tersebar di sejumlah ruas jalan di Kota Solo, Rabu (16/09/20) dini hari. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian dan bendera simbol dari sebuah perguruan PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate).

Wakapolresta Surakarta AKBP Deny Heryanto mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak di lokasi kejadian menyampaikan tembakan peringatan agar mereka membubarkan diri.

“Ada lima sampai enam orang teduga sebagai provokator aksi yang kita amankan. Ini agar Solo aman dan kondusif,” tegasnya.

Dari pantauan di lokasi jika massa ini sepertinya berencana berkumpul di Plaza Manahan. Sebuah pesan beredar ajakan berkumpul menyampaikan sikap kalau meminta Polresta Solo mengusut dan menangkap pelakunya atas kejadian tanggal 15 September 2020. Namun polisi melakukan razia masker di Plaza Manahah justru melihat ribuan massa tersebut. Massa lain dengan atribut yang sama masuk Solo dari pintu-pintu Kota Solo.

Wakapolresta melihat hal ini menambahkan jika massa beratribut PSHT sempat dihalau tapi nekat masuk Solo. Alhasil, polisi yang berusaha meminta balik justru nekat masuk, sehingga tembakan peringatan ke udara dilakukan untuk membubarkan massa bermotor. Bahkan ada mobil berisi enam orang diduga provokator diamankan setelah nekat masuk Solo.

“Mereka awalnya kami imbau untuk meninggalkan lokasi. Namun mereka ternyata memutar dan kembali lagi. Ada sekitar seribuan. Massa beratribut PSHT,” katanya.

Masih dalam pantuan jika tembakan peringatan dilakukan di sejumlah tempat seperti perempatan Pasar Kembang dan Bundaran Manahan. Seperti di kawasan Jalan dr Radjiman kalau polisi dengan pengeras suara mengikuti konvoi massa sembari memperingatkan untuk pulang.

Bukannya tidak pulang justru berusaha masuk kota sehingga polisi menembakan peringatan serta membubarkan konvoi. Hingga pukul 01.30 akhirnya massa berhasil dikeluarkan keluar wilayah Solo oleh Polresta dan Brimob bersenjata lengkap. Dari informasi diterima, mereka ini menuntut agar pelaku pengeroyokan dengan senjata tajam terhadap 3 anggota massa tersebut ditangkap. Pasalnya, pengeroyokan di kawasan Mojosongo Rabu dini hari tersebut sembari meneriakan takbir dengan penutup wajah serta dugaan pelaku intoleransi.

author