Tanpa Biaya, Polda Metro Jaya Menggembalikan Mobil Warga yang Hilang

NTMCPOLRI - Iin (34) menangis histeris ketika menemukan kembali mobil Toyota Avanza miliknya yang hilang pada November 2015 lalu. Wanita asal Cirebon ini memeluk dan menciumi mobilnya saat melihat mobilnya itu ada di Polda Metro Jaya.

Iin adalah salah satu korban pencurian mobil yang terjadi di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada November 2015 lalu. Ia begitu terharu karena mobilnya berhasil ditemukan oleh tim Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Terima kasih saya sebesar-besarnya sama pak polisi Polda Metro Jaya yang sudah menemukan mobil saya. Alhamdulillah ya Allah, ketemu lagi,” kata Iin sambil terisak.

Suami Iin, Didi (39) lalu berkisah bagaimana mobil yang masih dikreditnya selama 2 tahun berjalan itu bisa raib. Pada 9 November 2015 lalu, warga Harjamukti, Kota Cirebon, itu menginap di rumah pamannya di Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

“Waktu itu saya nginap di rumah paman saya, karena mau ke Surabaya mau beli komputer, sekalian ngajak paman saya. Mobil diparkir di halaman rumah, itu kan langsung ke jalan gitu halamannya,” ujar Didi berkisah.

Didi kemudian dibangunkan oleh bibinya yang mendengar suara mobil menyala pada sekitar pukul 02.30 WIB. Dan ternyata, saat melongok keluar, mobilnya sudah raib.

“Padahal itu dikunci stir dan ada alarmnya. Tapi anehnya alarmnya pun tidak bunyi,” ucapnya.

Rencana pegusaha komputer ini untuk berangkat ke Surabaya pun batal karena ia harus segera melapor ke kepolisian setempat perihal kehilangan mobilnya itu. Didi dan keluarganya hanya bisa berpasrah diri setelah mobil hasil kerja kerasnya itu hilang dalam hitungan detik.

Hingga kemudian, Didi dan keluarganya berangkat ke Jakarta. Awalnya, Didi saat itu hendak memblokir kendaraannya di Samsat Polda Metro Jaya. “Mobil saya kan pelat B, dulu beli di Bekasi, jadi saya blokir di Samsat Polda Metro,” terangnya.

Didi sama sekali tidak mengetahui bila Subdit Ranmor Polda Metro Jaya telah menyita 101 unit mobil hasil pencurian beberapa waktu lalu. Pada saat mengurus pemblokiran kendaraannya, ia diberitahu petugas Samsat bahwa Polda Metro menyita ratusan kendaraan.

“Dikasih tahu sama Petugas Samsat, pak Subdit Ranmor baru habis nyita mobil hasil curian, coba saja cek ke sana barang kali ada’,” tutur Didi menirukan.

Didi dan keluarga pun bergegas menuju ke Subdit Ranmor yang lokasinya tidak jauh dari Samsat Polda Metro. Didi kemudian menyerahkan dokumen kendaraannya, termasuk surat laporan kehilangan dari kepolisian setempat.

Setelah memperlihatkan dokumen-dokumennya, Didi dan istrinya Iin kemudian dipersilakan petugas mengecek satu per satu mobil yang dijejer di halaman Subdit Ranmor. Tiba-tiba ia terhenti pada sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam. Ia kemudian menunjukkan ke petugas bahwa itu adalah mobilnya. Meski pelat nomor sudah berganti, namun ia masih hapal dengan ciri-ciri kondisi fisik mobilnya.

Saat itulah, Iin langsung menangis histeris sambil memeluk dan menciumi mobil tersebut. Polisi kemudian mecocokkan nomor rangka dan nomor mesin pada STNK kendaraan yang dibawa Didi dengan fisik kendaraan. Hasilnya pun cocok.

“Langsung diterima, dan diproses berkas saya, kemudian dicocokkan nomor rangka dan nomor mesinnya, ternyata cocok,” cetusnya.

Didi dan keluarga pun tak henti mengucap syukur. Ia juga berterimakasih kepada polisi yang sudah menemukan mobilnya. “Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pak polisi yang sudah menemukan mobil saya, terimakasih…terimakasih banyak. Kami diterima dengan baik, langsung diproses dan tidak ada kami sedikit pun dimintai bayaran apa pun oleh pak polisi,” tuturnya.

Memang Didi tidak bisa langsung membawa mobilnya saat itu. Ia harus mencabut berkas pelaporannya terlebih dahulu di Polsek Gunung Jati, Cirebon.

Kegembiraan yang sama juga dirasakan oleh Budi Siswanto, warga Pondok Aren, Tangerang Selatan. Ia kehilangan mobilnya Daihatsu Xenia pada tanggal 6 November 2015 lalu.

“Waktu itu, saya mau buang sampah pagi-pagi. Tahu-tahu mobil kok enggak ada. Malam harinya saya tidak mendengar apa-apa,” kata Budi.

Budi lalu mengecek kendaraannya di Polda Metro setelah melihat tayangan berita di beberapa stasiun televisi. Ia saat itu berharap bila kendaraannya adalah salah satu dari 101 unit mobil yang diamankan polisi.

“Sudah dicek ternyata benar. Tapi mobilnya belum bisa diambil karena harus cabut berkas dulu di Polsek Pondok Aren,” ungkap Budi.

author