Tiga Pelaku Penyerangan Acara Doa Pernikahan Putri Habib Umar di Solo Masuk Daftar DPO

NTMCPOLRI – Polisi masih memburu tiga pelaku penyerangan acara doa jelang pernikahan Habib Umar Assegaf di Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, beberapa waktu lalu. Sementara itu, ada delapan orang yang sudah diproses di Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo.

“Kemarin delapan orang yang sudah kita tingkatkan (ke Kejari). Tiga masih pengejaran,” kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, Minggu (13/9/2020).

Tiga orang tersebut sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Selain itu, polisi masih akan mengembangkan kasus dari keterangan para tersangka.

“Masih dalam pengejaran terus, DPO, sampai nanti kita tuntaskan pembuktian,” ujarnya.

Terkait peran tiga orang DPO, Luthfi menyerahkan hal tersebut kepada tim penyidik. Dia memastikan semua pelaku penyerangan doa pernikahan yang sudah ditangkap bakal diproses hukum.

“Penyidik yang akan menilai. Yang sudah kita amankan dan proses akan kita kembangkan sampai selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak, mengatakan bahwa tiga DPO tersebut juga berperan sebagai otak tindak perusakan dan penganiayaan yang menyebabkan tiga orang luka-luka.

“Tiga orang DPO itu termasuk otak. Sudah teridentifikasi orangnya, masih kita buru,” ujar Ade Safri saat dihubungi wartawan.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa penganiayaan dan perusakan dalam acara doa bersama menjelang pernikahan putri Habib Umar Assegaf terjadi pada Sabtu (8/8) lalu.

Penyerangan doa pernikahan itu bermula dari ajakan via pesan WhatsApp hingga dapat memobilisasi massa menuju ke lokasi. Akibat tindak kekerasan itu, tiga orang luka-luka dan sejumlah kendaraan rusak.

author