Tim DVI Polri Kembali Telusuri TKP Pulomas, Target Pencarian Sampel Sidik Jari

NTMC – Terkait upaya pengungkapan dengan cepat pelaku perampokan sekaligus penyekapan dirumah mewah kawasan Pulomas, Kepolisian dari tim DVI kembali mendatangi lokasi kejadian yang diketahui merupakan rumah milik kediaman Ir Dodi Triono yang berprofesi sebagai ahli arsitek.

Tim DVI Polri yang berjumlah 10 personil pusdokkes Polri tiba dilokasi sejak pukul 20.00 WIB. Cukup berlangsung tim bergerak menelusuri dengan teliti dan hati-hati berusaha mencari sampel sidik jari yang tertinggal dari pelaku.

Selain tim DVI dan petugas, tak ada seorang pun yang diperbolehkan masuk maupun melintas melewati garis polisi yang telah dipasang petugas.

Nampak sekilas, Tim DVI menyisir keberbagai lokasi bagian rumah korban. Namun yang jelas terlihat, sejumlah polisi terlihat menyisir bagian dalam dan luar kendaraan mobil Jazz berwarna silver bernopol B 268 MAA yang terparkir dalam garasi.

Ketika tim DVI selesai, saat dimintai keterangan tim DVI enggan mengungkapkan hasil penelusurannya.

“Kami didalam mencari sidik jari pelaku”, ujar salah satu tim DVI dari Pusdokkes Polri sembai berlalu prgi dengan cepat.

Meski tim DVI Polri sudah berlalu, terlihat beberapa orang polisi berjaga di bagian depan rumah Dodi. Rumah yang menjadi lokasi pembunuhan sadis itu saat ini terlihat gelap. Walau pun begitu, sejumlah warga terlihat masih berkumpul di sekitar rumah tersebut.

Dalam peristiwa yang terjadi pagi tadi, total sebelas orang disekap dalam ruang kamar mandi. Enam orang diantaranya tewas karena kehabisan oksigen. Mereka yang selamat dibawa ke RS Kartika Pulomas, Jakarta Timur.

Keenam korban tewas adalah pemilik rumah Ir Dodi Triono (59) serta dua putrinya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9); Amel, teman Gemma; serta dua sopir bernama Yanto dan Tasrok. Kemudian korban selamat adalah Emi (41); anak Ir Dodi, Zanette Kalila Azaria (13); Santi (22), beralamat di Lengkong, Sukabumi (pembantu); Fitriani (23), beralamat di Kebumen; serta Windy (23), beralamat di Banjarnegara.

author