Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kapolda NTT Resmikan 2 Kampung Tangguh

NTMCPOLRI – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen (Pol) Drs. Lotharia Latif, S.H, M.Hum didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Evi Lotharia Latif secara khusus mengunjungi Kabupaten Nagekeo.

Kapolda dalam kunjungan kerja perdana ini menemui jajaran di Mapolres Nagekeo pertemuan dengan Pemda Nagekeo, dan mengunjungi taman kampung tanggung di RT 05 Dusun Nila, Kelurahan Mbay II.

Pada kesempatan kunjungan kerja ini, Kapolda NTT juga meresmikan dua kampung tangguh yakni Kampung Tangguh Holtikultura Mbay di Kelurahan Mbay 2 dan Kampung Tangguh Squad Umarawi di Desa Aeramo.

Kapolda NTT dalam sambutanya menyampaikan bahwa pembentukan Kampung Tangguh Polri merupakan penjabaran perintah Presiden dan perintah Kapolri dalam memaksimalkan potensi masyarakat khususnya dalam menjaga ketahanan pangan di masa pandemi COVID-19.

“Pembentukan Kampung Tangguh ini merupakan penjabaran dari perintah Presiden dan Kapolri dalam menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19 ” tuturnya.

Kapolda mengajak semua elemen masyarakat berjibaku menyukseskan kampung tangguh yang sudah dibentuk Polri di Nagekeo agar bisa berproduksi secara berkelanjutan.

“Oleh karena itu saya mengajak semua elemen masyarakat untuk bisa mengoptimalkan kampung tangguh ini. Saya berharap kampung tangguh ini tidak berhenti di seremonial saja” harapnya.

Kapolda mengapresiasi semua bentuk dukungan dari berbagai pihak baik Bupati, anggota DPRD, Kapolres Nagekeo, Satuan Binmas Nagekeo yang dengan caranya masing-masing sehingga pembentukan kampung tangguh bisa berjalan dengan baik.

“Teruslah berinovasi dan berkreasi memanfaatkan seluruh potensi yang ada di tengah masyarakat” pesannya.

Sementara di tempat yang sama Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai menyampaikan bahwa saat ini di wilayah hukum Polres Nagekeo sudah dibentuk 7 Kampung tangguh binaan Polri di setiap Kecamatan.

Ia menjelaskan, pembentukan kampung tangguh merupakan program Polri dengan filosofi mengajak semua komponen masyarakat khususnya para petani dalam menangkal penyebaran wabah COVID-19.

“Kampung Tangguh ini tujuannya adalah selain untuk ketahanan pangan juga ikut dalam pencegahan dan pengawasan protokol kesehatan COVID-19. Kita mengajak masyarakat untuk ikut melibatkan diri dalam kegiatan- kegiatan positif. Kampung tangguh harus tangguh dalam segala aspek sehingga mampu menciptakan lingkungan penuh kreasi dan inovasi dalam situasi yang tertib, aman dan kondusif,” ujarnya.

author