Tipu Korban 22 Juta, Seorang Dukun Palsu Dicokok

74 views

NTMCPOLRI – Seorang dukun palsu yang mengaku sebagai dukun yang bisa menarik emas batangan dicokok kepolisian.

Dukun palsu dengan identitas Tholib Sabara alias Eko, 58 tahun ini dibekuk atas dari laporan seorang korban yang tertipu hingga mengalami kerugian Rp 22 Juta.

Peristiwa ini bermula saat Bambang Kasasih warga Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi berkenalan dengan Eko yang mengaku bisa menarik perhiasan berupa emas batangan pada 2012 lalu. Sebagai syarat, korban diwajibkan menyerahkan uang sebesar Rp 22 juta untuk membeli minyak khusus untuk ritual.

“Karena terbuai dengan bujuk rayu pelaku, korban menyerahkan uang tersebut. Proses ritual langsung dilakukan malam itu juga. Kejadiannya tahun 2012 lalu,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi didampingi Kasatreskrim AKP Yadi Kusyadi, Sabtu (27/10/2018).

Usai syarat uang untuk minyak ritual diberikan, menurut pengakuan korban kepada polisi, saat itu Eko langsung memperagakan cara mengeluarkan emas batangan.

“Dilakukan malam hari di rumah korban, saat itu tersangka Pak Eko ini mengeluarkan logam kuning sebanyak 13 lempeng yang dia sebut kepada korban sebagai emas batangan. Berat seluruh lempengan saat itu mencapai 3,6 ons,” jelas Nasriadi.

Usai ritual pada keesokan harinya korban kemudian membawa logam tersebut ke salah satu toko mas di kawasan Pasar Palabuhanratu. Saat itulah korban kaget, ternyata bukan emas batangan yang dia dapat tapi hanya logam kuningan.

Pelaku melarikan diri usai memperdayai korbannya, bertahun-tahun buron korban akhirnya dibekuk personel Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan.

“Dia kita tangkap di kediamannya, Kampung Cibodas, Palabuhanratu pada Kamis (25/10/2018). Pak Eko ini mengira sudah lolos dari jeratan hukum, saat ini dia masih kita periksa untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata Kasatreskrim AKP Yadi Kusyadi.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 372 – 368 KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan,” menambahkan.

author