Wakapolda Malut Pimpin Penanaman 4.000 Pohon Mangrove di Halmahera Tengah

NTMC POLRI – Wakil Kepala Polisi Daerah Maluku Utara, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, S.I.K.,M.H., memimpin penanaman 3000 pohon mangrove yang dilaksanakan di Desa Loleo, Kecamatan Weda Selatan, Halmahera Tengah, Minggu (12/01/2020).

Tampak hadir mendampingi Wakapolda dalam kegiatan penanaman pohon mangrove tersebut diantaranya Irwasda Polda Malut Kombes Pol Dicky Kusuma Wardana, Dir Polairud Polda Malut, Kombes Pol R Djarod, Kapolres Halteng, AKBP Nico A Setiawan bersama Wakaplres Halteng, Kompol Jasim Hoda.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Polairud Polda Maluku Utara tersebut melaksanakan program Kapolri untuk peduli terhadap lingkungan dengan melakukan penanaman pohon mangrove yang merupakan salah satu ekosistem esensial di dunia yang mendukung sektor perikanan.

Dalam sambutannya, Wakapolda Malut mengatakan bahwa tanaman mangrove dapat mengurangi erosi pantai, banjir, menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon dan menyediakan bahan-bahan alami penting dan menjadi sumber mata pencaharian bagi jutaan orang. Berdasarkan data One Map Mangrove di tahun 2018, terdapat 23,79 juta hektare luas mangrove indonesia. Kurang lebih 2,62 juta hektar ekosistem mangrove dalam kondisi baik dan Seluas. Sedangkan 1,19 juta hektar dalam kondisi kritis dan mengalami kerusakan.

“Kerusakan ekosistem mangrove tersebut disebabkan antara lain oleh adanya konversi lahan mangrove menjadi penggunaan lain, illegal loging, hama, penyakit, pencemaran dan perluasan tambak, serta praktek budidaya yang tidak berkelanjutan. Hal ini telah menyebabkan deforestasi ekosistem pesisir, penurunan kualitas air dan polusi. Fakta menunjukkan bahwa sekitar 5% sd 6% hutan mangrove Indonesia hilang atau rusak setiap tahunnya. Kerusakan tersebut pada akhirnya menyebabkan adanya perubahan lingkungan yang mendorong peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer yang berdampak terhadap perubahan iklim yang menjadi perhatian dunia. Mengingat dampak yang ditimbulkan dari kerusakan ekosistem mangrove sangat luas maka ekosistem mangrove harus dikelol dan digunakan secara bijak dan berkelanjutan,” tambah Wakapolda Maluku Utara.

“Saat ini, Indonesia telah memiliki beberapa kebijakan dalam mengelola mangrove, diantaranya adalah melakukan program rehabilitasi dan restorasi hutan mangrove. Oleh karena itu kegiatan ini sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah. Maka dari itu, kami melakukan upaya penanaman mangrove dimana diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya. Sehingga masyarakat merasa memiliki dan dapat mengambil manfaat ekonomi serta lingkungan sosial. Dengan kegiatan semacam ini kami berharap masyarakat dapat memelihara dan melestarikan maangrove yang ada di pesisir,” tutup Wakapolda Maluku Utara.

author